Sekda Tapsel Sebut Perkaderan Jantungnya Organisasi HMI

392

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Perkaderan sebagai jantungnya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hal itu disampaikan Sekda Tapsel pada saat menutup Latihan Kader II HMI tingkat nasional, di Torsibohi Nauli Hotel Sipirok, Senin (9/3/2020).

Bupati Tapsel diwakili Sekda Parulian Nasution dalam sambutannnya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Latihan Kader II intermadiate training HMI di tempat kelahiran sang pendiri HMI Profesor Lafran Pane.

“HMI ini memiliki sejarah yang panjang terkait perkaderannya yang luar biasa. Banyak tokoh-tokoh HMI yang turut membangun Indonesia. Dan kegiatan seperti ini harus terus dilakukan, karena melihat era global yang saat ini menjadi tantangan buat kita demi menuju yakin usaha sampai (Yakusa),” ujar Parulian.

Menurutnya, perkaderan di tubuh HMI adalah keniscayaan, terlebih mengingat perkaderan itu jantungnya organisasi. Ketika jantung itu copot, maka HMI bakalan lumpuh. Perkaderan harus dilaksanakan, mulai dari free inter training, basic intermadiate training, advance training, dan kursus senior.

“Saya berharap dari tubuh HMI akan selalu muncul pejuang-pejuang Islam yang betul-betul mampu menerapkan 5 insan cita. Yaitu insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan yang belandaskan Islam, insan yang bertanggungjawab terhadap terwujudnya adil dan makmur yang diridhai Allah,” ujar sekda.

Sedangkan Kader HMI disiapkan untuk menjadi kader militan, karena sesungguhnya HMI itu dilahirkan tanpa keberadaan seorang bapak juga ibu. Kesannya HMI dilahirkan dalam posisi anak yatim piatu, karena organisasi dibesarkan dengan penuh tantangan.

“Kader HMI harus benar-benar merencanakan masa depan yang lebih baik, apalagi HMI sudah menjadi organisasi terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu, saya mengajak adik-adik semua agar betul-betul belajar yang lebih maksimal untuk dapat memahami bahwa HMI itu ada dimana-mana tapi tidak akan kemana-mana,” lanjutnya.

Dalam membangun HMI, Prof. Lafran Pane selalu menerapkan pola kejujuran. Karena itu, kader-kader HMI dituntut memiliki lima olah. Olah jiwa, kader harus berjiwa besar. Olah pikir, kader harus berpikir positif. Olah kerja, kader harus bisa bekerja secara terprogram dan lebih terorganizing, serta lebih terkontrol.

Kemudian, dalam bekerja, HMI harus benar-benar rasional dan objektif berdasarkan scedule yang akan dilaksanakan. Kader HMI juga dituntut olah rasa, artinya bagaimana kita merasakan apa yang dirasakan orang lain.

“Terakhir olah raga, kader HMI itu harus siap berolahraga agar staminanya lebih baik untuk mengantarkan dan semangat keuletan yang sangat tinggi. Kader HMI yang tidak ikhlas akan berhadapan dengan kegagalan,” papar sekda.

Makanya, tambah dia, kader HMI itu harus bersyukur dan ikhlas dalam menjunjung tinggi syiar islam sesuai Quran dan Hadist sebagai jalan untuk menuju keselamatan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda