Sekadau ‘Acap’, Besok Mensos Tinjau Kondisi Warga Terdampak

101

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat dilanda banjir. Kondisi ini telah berlangsung lebih dari 10 hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lebih dari 3.000 kepala keluarga (KK) terdampak. Sedangkan warga yang mengungsi dan telah terdata mencapai 668 KK.

Tak hanya itu, pekan lalu, banjir yang meng-‘acapi’ (genang) pemukiman warga juga telah menelan satu korban jiwa.

Kondisi bencana alam ini mendapatkan respon dari pemerintah pusat. Mentri Sosial Tri Rismaharini dijadwalkan meninjau kondisi banjir di Sekadau, Rabu 3 November 2021 pagi. Kepastian kunjungan kerja Mensos ini terlihat dari persiapan yang masih berjalan sampai saat ini.

Selasa (2/10) sore, sejumlah bantuan Kementerian Sosial telah didistribusikan ke Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir. Desa yang diapit Sungai Kapuas dan Sekadau itu menjadi daerah yang terparah dari dampak banjir ini. Tercatat, 312 KK dan 902 jiwa terdampak, rumah – rumah warga di desa tersebut 80 persen tergenang banjir degan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Direncanakan, Tri Rismaharini juga akan meninjau pemukiman warga di Desa Mungguk Sekadau Hilir yang juga terdampak. Sedangkan keluarga ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir pekan lalu, juga tak luput akan mendapatkan bantuan dari Mensos.

“Persiapan terus dilaksanakan jelang kedatangan Ibu Mentri besok,” ujar Nurhadi, Asisten III Bupati Sekadau saat meninjau persiapan di depan Karaton Kesuma Negara Sekadau, Selasa sore.

Direncanakan, Mensos Tri Rismaharini dan rombongan bersama Forkompinda akan menuju Desa Tanjung dengan menggunakan speedboat. Titik pemberangkatan dipilih dermaga Keraton Kesuma Negara Jalan Sultan Anum.

“Semua sudah dipersiapkan, bantuan didistribusikan terlebih dahulu,” sambung Nurhadi.

Secara umum, banjir juga terjadi di beberapa kecamatan lainya di Kabupaten Sekadau. Bahkan pemerintah kabupaten melalui BPBD telah melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak.

Sampai dengan Selasa malam, pantauan di lapangan sejumlah daerah dataran rendah pinggiran Kota Sekadau mulai digenangi air. Sejumlah warga bersiaga memindahkan barang – barang dan kendaraan.

“Iya, ini masih beres – beres, terutama peralatan elektronik,” ujar Ida, salah satu warga yang rumahnya mulai dimasuki air.

Beberapa jalan penghubung antar kabupaten juga mulai tergenang banjir. Peningkatan debet air banjir terus terjadi sejak Senin 1 November malam. Sementara, curah hujan di Kota Sekadau dalam beberapa hari terjadi dengan intensitas rendah.

Namun demikian, informasi diperoleh menyebutkan beberapa kabupaten di perhuluan Kalbar diguyur hujan dengan intensitas kuat. Dampak dari hal itu, Sungai Kapuas yang melintasi beberapa kabupaten terus meluap. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda