Sahur di Tapsel, Menteri PU Targetkan 254 Huntara Rampung Sebelum Lebaran

23

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, bersama Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, melaksanakan sahur dan salat Subuh berjamaah bersama warga terdampak bencana di hunian sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Senin (9/3/2026).

Kegiatan bertema ‘Bangkit dari Duka Raih Takwa, Ramadan Penyembuh Luka’ itu menjadi momen kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk membangkitkan semangat warga yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan salat yang diserahkan secara simbolis kepada 10 perwakilan warga Huntara, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan kunci hunian sementara secara simbolis dari Menteri PU kepada Bupati Tapsel sebagai tanda percepatan penempatan warga terdampak bencana ke lokasi hunian yang telah disiapkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Dandim 0212/TS Dedi Harnoto, Sekretaris Daerah Tapsel Sofyan Adil Siregar, Asisten III Trianta, Camat Batangtoru, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua MUI Kecamatan Batangtoru Hodlan Dalimunthe dalam tausiyahnya menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita sudah memasuki 19 Ramadan. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima Allah. Seumur hidup saya baru kali ini merasakan sahur bersama seperti ini. Mudah-mudahan sahur kita bersama membawa keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Batangtoru terus dipercepat agar dapat ditempati sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Ia menyebutkan total terdapat 254 unit hunian sementara yang sedang disiapkan. Namun, saat ini masih terdapat kendala pada ketersediaan air bersih.

“Tadi juga sudah disinggung Pak Bupati kenapa baru sebagian yang selesai. Sebenarnya huniannya sudah siap, tetapi airnya belum. Sumur bor yang kita siapkan ternyata masih kurang,” ujar Dody kepada awak media.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan pengeboran tambahan di dua titik guna memastikan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi.

“Sekarang sedang proses pengurasan. Mudah-mudahan satu dua hari ini selesai dan air bisa dialirkan. Sementara ini kita dibantu oleh Pemkab Tapanuli Selatan melalui mobil pemadam kebakaran untuk distribusi air ke huntara,” jelasnya.

Ia menargetkan seluruh hunian sementara tersebut dapat selesai dan siap ditempati sebelum Lebaran, sehingga masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi tinggal di pengungsian.

Menanggapi hal itu, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Tapsel pasca bencana.

“Terima kasih kepada Pak Menteri dan seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian luar biasa. Insya Allah target kita sebelum Lebaran, saudara-saudara kita yang terdampak bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian. Semua sudah menempati hunian sementara yang telah disiapkan,” harapnya.

Ia menambahkan, meskipun bersifat sementara, hunian tersebut dinilai cukup layak dan diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi warga hingga hunian permanen nantinya selesai dibangun.

“Kita hanya memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih terpenuhi. Sementara ini Pemkab membantu melalui distribusi air dari Damkar hingga seluruh fasilitas siap digunakan,” tambah Bupati.

Selain membahas hunian sementara, Menteri PU juga memastikan kondisi sejumlah ruas jalan yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara tetap dapat dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik lebaran.

“Kondisi jalan masih bisa dilalui, meskipun dibeberapa titik harus pelan-pelan karena masih ada kerusakan dan cuaca hujan. Kami juga sudah meminta agar pekerjaan pembangunan yang mengganggu lalu lintas sementara ditutup dulu untuk kelancaran pemudik,” jelasnya.

Kegiatan sahur dan salat Subuh bersama ini menjadi simbol kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memberi harapan baru bagi warga terdampak bencana untuk bangkit dan menyongsong masa depan yang lebih baik. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda