Puluhan Pelajar Lampung Timur Tak Lagi Naik Rakit, Pemprov Bangun Jembatan Kali Pasir

21

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan jembatan di Kali Pasir, Sungai Batanghari, yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Pembangunan ini dilakukan sebagai solusi atas akses pendidikan, mengingat selama ini puluhan pelajar harus menyeberangi sungai menggunakan rakit untuk menuju sekolah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah mengatakan, pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI/Radin Intan sebagai bagian dari penanganan cepat.

Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan karena lokasi pembangunan memiliki tingkat risiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan yang cepat serta terukur.

“Alhamdulillah, saat ini sudah diprioritaskan melalui program Jembatan Merah Putih. Pak Gubernur langsung meminta bantuan kepada Pangdam,” ujar Taufiqullah, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut membutuhkan anggaran besar dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Total biaya yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan memenuhi standar keselamatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebenarnya telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini belum dapat ditangani secara mandiri.

“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menunjang akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di wilayah tersebut,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjut Taufiqullah, menggugah perhatian Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat.

Sejak awal masa jabatannya, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat untuk meminta dukungan penanganan jembatan. Menindaklanjuti hal itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi.

Hasil survei menyimpulkan bahwa jembatan tidak memungkinkan diperbaiki secara parsial. Risiko longsor dan faktor keselamatan membuat rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.

“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gubernur sejak menjabat. Alhamdulillah, Jembatan Merah Putih ini akan menjadi solusi. Ditargetkan selesai pada semester pertama 2026,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan yang sedang berjalan.

“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena masih ada proses birokrasi yang harus dilalui,” tutupnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda