Pulih Cepat dari Bencana, Mendagri ‘Angkat Topi’ untuk Tapsel

27
Mendagri Tito Karnavian ditemani Menteri PKP Maruarar Sirait saat mengungkapkan pujiannya atas kecepatan Tapanuli Selatan dalam upaya pemulihan pasca bencana.

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Langkah cepat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam memulihkan kondisi pasca bencana mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang ‘angkat topi’.

Apresiasi dan pujian tersebut disampaikannya saat menyerahkan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada warga terdampak di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Jumat (27/3/2026).

“Tapanuli Selatan kini menjadi salah satu daerah tercepat dalam pemulihan bencana di Indonesia,” puji Tito, yang disambut haru ratusan warga penerima kunci rumah.

Sebanyak 120 unit yang diserahkan merupakan bagian dari total 454 huntap yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemkab Tapanuli Selatan, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kehadiran rumah baru yang dilengkapi perabotan membuat banyak warga tak mampu menahan air mata.

Tito menjelaskan, percepatan pemulihan di Tapsel dapat terwujud berkat koordinasi lintas instansi yang kuat serta validasi data yang sangat akurat. Menurutnya, sinergi antara BPS, TNI-Polri, serta kesiapan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan.

“Ini menjadi role model nasional. Data yang valid mempercepat seluruh proses sehingga penanganan bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah pusat, sambung Tito, juga telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada para penyintas, mulai dari dana tunggu hunian, logistik harian, perabot rumah senilai Rp3 juta, hingga bantuan ekonomi produktif sebesar Rp5 juta per keluarga.

“Inilah gotong royong Indonesia. Negara hadir, masyarakat dibantu, dan harapan dibangun kembali,” tegasnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang turut mendampingi Mendagri, meninjau langsung beberapa blok huntap untuk memastikan seluruh bangunan memenuhi standar kelayakan.

Fasilitas pendukung seperti masjid, balai desa, lapangan terbuka, dan jalan lingkungan juga menjadi perhatian. Dari total 454 unit, sebanyak 120 unit telah selesai dibangun, 227 unit masih dalam proses pengerjaan, dan 107 unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang terus mengalir sejak awal bencana. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan berjalan cepat berkat dukungan penuh dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri Dalam Negeri, hingga kementerian dan lembaga terkait.

“Bahkan saat hari libur, koordinasi tetap dilakukan. Ini bukti kuat negara hadir,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi Mendagri yang telah membantu mempercepat validasi data sehingga pembangunan huntap dapat dimulai lebih cepat.

Selain hunian, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan lain, mulai dari santunan korban meninggal, bantuan perabot, perbaikan rumah, hingga jaminan hidup bulanan.

Bupati Gus Irawan memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan sofa, meja makan, lemari, hingga spring bed. Disisi lain, TP PKK Tapsel turut menyalurkan perlengkapan dapur dan paket sembako.

Mayasari, warga Dusun Nusa Indah, menjadi salah satu penerima yang paling terharu. Ia tak menyangka akan mendapatkan hunian dengan kualitas dan kelengkapan seperti ini.

“Walaupun Buddha Tzu Chi lintas agama, mereka membantu dengan tulus. Rumah dan perabotannya sangat bagus,” ucapnya sambil menahan tangis.

Fahri Sari, warga lainnya, mengungkapkan rasa lega karena kebutuhan dasar keluarganya kini terpenuhi. Ia berharap pemerintah juga dapat membuka peluang kerja agar perekonomian warga dapat bangkit.

Program huntap ini tercipta dari sinergi panjang yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPS, BNPB, Kemensos, BPKP, PLN, PTPN, hingga relawan Buddha Tzu Chi. Ketua Buddha Tzu Chi Sumut, Mujianto, berpesan agar warga menjaga rumah bantuan tersebut dan tidak menjualnya.

Penyerahan huntap tahap pertama ini menjadi simbol kebangkitan Tapanuli Selatan setelah dilanda bencana. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemulihan dapat dilakukan jauh lebih cepat ketika negara, lembaga sosial, dan masyarakat bekerja bersama dalam satu komitmen.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Tapsel kini berdiri sebagai contoh nasional, membuktikan pujian Mendagri bahwa kerja cepat, terukur, dan penuh empati mampu mengembalikan harapan bagi para penyintas bencana. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda