Prajurit Yonmarhanlan XII Siap Terapkan New Normal di Satuan

153

PONTIANAK, BERITAANDA – Wacana penerapan new normal yang akan diterapkan dalam waktu dekat disambut antusias oleh prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan XII) Pontianak.

Sebagaimana kebijakan pemerintah dan perintah pimpinan terhadap prosedur standar tatanan baru (new normal) menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, maka tempat ibadah di lingkungan kedinasan dapat melaksanakan kegiatan agama dengan tetap memenuhi prosedur keselamatan kesehatan seperti halnya yang dilaksanakan oleh prajurit Jaguar Yudha Khatulistiwa Yonmarhanlan XII.

Ketika menunaikan kewajiban sholat, yaitu dengan menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan dengan cek suhu badan, melakukan pengaturan jumlah jamaah/atau pengguna rumah ibadah dengan memberi tanda / mengatur jarak shaf satu meter serta mengatur keluar masuk jamaah di pintu tempat ibadah.

Begitu pula dalam aktifitas kesehariannya, baik itu olahraga, problem kemiliteran maupun kemarkasan yang telah disusun rapi oleh Staf Operasi Batalyon, tak luput dari kepatuhan dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Sebagaimana wujud nyata di lapangan, nampak jelas dari kreativitas sederhana prajurit telah mampu membuat alat penjernih air yang sebelumnya tidak ada sumber air, berkat sentuhan tangan dingin Komandan Batalyon masuklah jaringan PDAM ke Kesatrian Marinir Usman Harun, juga membangun sarana prasara tempat potong rambut ‘Babershop Marinir Crew Cut’.

Hal ini sebagai jawaban bahwa prajurit Yonmarhanlan XII mampu wujudkan social destancing dimana dalam prakteknya tetap terapkan physical distancing yaitu jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun, penggunaan hand sanitizer, terlebih bagi petugas pangkas rambut dilengkapi dengan face sild, kesemuanya dimaksudkan agar terhindar dari paparan Covid-19.

Pada kesempatan terpisah terkait situasi new normal, Danyonmarhanlan XII Letkol Marinir Sofian Cahyo Utomo, M. Tr. Opsla menekankan kepada seluruh prajurit dan keluarga untuk tidak terjebak dalam euforia semu akibat pelonggaran transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun tetap taat untuk mematuhi protokol new normal, baik di kantor maupun di rumah. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda