Polda Sumsel dan Pertamina Perkuat Pengamanan Distribusi BBM Jelang Mudik Lebaran

6

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) guna memastikan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan objek vital energi menjelang Ramadan serta arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho SIK SH M.Hum dengan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polda Sumsel dalam mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.

Delegasi Pertamina dipimpin Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, didampingi sejumlah pejabat manajemen regional. Sementara dari jajaran Polda Sumsel turut hadir Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Dir Reskrimsus Kombes Pol Doni Satrya Sembiring.

Kehadiran unsur intelijen dan reserse kriminal khusus dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa isu distribusi energi juga memiliki dimensi keamanan yang penting, terutama dalam mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi BBM maupun gangguan terhadap objek vital nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel menyoroti fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di jalur lintas keluar kota seperti arah Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Banyuasin. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan serta keresahan masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Polda Sumsel mendorong pengawasan ketat terhadap rantai distribusi BBM, termasuk mengantisipasi praktik penimbunan, pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi, maupun penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu.

Menjelang Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Sumsel juga meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik rawan distribusi BBM. Pemetaan tersebut meliputi jalur tol fungsional, jalur arteri utama, rest area, serta kawasan yang berpotensi mengalami lonjakan konsumsi BBM. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Selain itu, Kapolda Sumsel juga menyinggung pengelolaan sumur minyak rakyat yang berkembang di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa aktivitas tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta kepastian legalitas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto menjelaskan, bahwa wilayah operasional Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Dengan cakupan wilayah yang luas tersebut, koordinasi dengan Polda Sumsel dinilai sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi di kawasan Sumatera bagian selatan.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa keamanan distribusi energi memiliki dampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Distribusi BBM bukan hanya soal pasokan. Ini juga menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Polda Sumsel siap hadir di setiap titik yang memerlukan pengamanan, mulai dari depot hingga SPBU,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menambahkan, bahwa sinergi dengan Pertamina merupakan langkah strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

“Keamanan energi merupakan bagian dari keamanan masyarakat. Polda Sumsel bersama Pertamina akan terus berkoordinasi agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, khususnya menjelang Ramadan dan arus mudik lebaran,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda