Pemulihan Tapsel Pasca Bencana, Syahrul dan Wabup Jafar Kompak Doakan Bupati Gus Irawan

73

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Upaya pemulihan kondisi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Dalam suasana religius Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) sekaligus peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1447 Hijriah yang digelar di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026), doa untuk kekuatan dan kesehatan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menggema dari para tokoh daerah.

Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu yang juga menjabat sebagai Bupati Tapsel dua periode, mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Bupati Gus Irawan senantiasa diberikan kemampuan lahir dan batin dalam memimpin proses pemulihan daerah pasca bencana besar tersebut.

Dalam sambutannya, H. Syahrul M. Pasaribu menyinggung perjalanan BKMT di Tapsel. Organisasi majelis taklim yang dibentuk pada masa kepemimpinannya pada tahun 2011 itu, katanya, kini telah berkembang pesat. Dari semula mencakup 14 kecamatan, saat ini BKMT telah hadir di 15 kecamatan.

“Pengajian ini memiliki dua fungsi utama, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah dapat saling memahami,” ujar Syahrul di hadapan jemaah.

Ia juga menyoroti besarnya dampak bencana yang melanda berbagai wilayah di Tapsel. Di Kecamatan Angkola Barat misalnya, sejumlah titik terdampak cukup parah. Sementara itu, di Kecamatan Batang Toru, tingkat kerusakan bahkan lebih berat. Desa Hutagodang, Garoga, Aek Ngadol, dan Tamansari menjadi contoh wilayah yang paling terpukul, dengan ratusan rumah warga rusak, bahkan hanyut tersapu banjir.

Melihat kerusakan yang begitu masif, Syahrul memperkirakan proses pemulihan Tapsel akan membutuhkan waktu yang panjang serta pembiayaan yang sangat besar.

“Untuk pulih seperti semula, saya perkirakan dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran mencapai triliunan rupiah. Beban bupati dan wakil bupati sangat berat. Karena itu, kita wajib mendoakan agar keduanya diberi kesehatan, kekuatan, dan kejernihan pikiran,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan bahwa dari 15 kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana. Hanya Kecamatan Aek Bilah yang tidak mengalami kerusakan berarti.

Ia menceritakan bagaimana Bupati Gus Irawan bekerja tanpa mengenal waktu sejak hari pertama bencana terjadi.

“Pada pekan pertama pasca banjir, Bupati langsung turun ke lokasi. Kami sering pulang hingga pukul 03.00 dini hari. Saya melihat langsung semangat beliau dalam mengendalikan situasi,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Jafar, Tapsel telah memasuki masa transisi penanganan bencana yang berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Pemerintah daerah menargetkan lebih dari 12 ribu warga yang masih mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing sebelum Idulfitri.

“Kami mohon doa agar seluruh upaya ini berjalan lancar. Saya yakin, dengan kebersamaan, Tapsel dapat bangkit lebih cepat,” tutupnya.

Acara tersebut turut diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Herman serta dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Tapsel, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Ketua BKMT Tapsel, Camat Angkola Barat, Sekcam, tokoh masyarakat, serta tokoh adat se-Kecamatan Angkola Barat. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda