Pemprov Lampung Jaga Pasokan serta Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

11

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menekankan pentingnya pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah peningkatan konsumsi yang selalu terjadi setiap tahun.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (10/2/2026).

Rapat strategis ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, serta pimpinan instansi vertikal terkait.

Gubernur yang akrab disapa Mirza menyoroti pola berulang setiap tahun, di mana meningkatnya semangat ibadah masyarakat selama Ramadan selalu diiringi dengan lonjakan konsumsi bahan pangan. Kenaikan permintaan tersebut, menurutnya, berpotensi memicu lonjakan harga apabila tidak diantisipasi dengan kesiapan pasokan yang memadai.

“Kelihatannya cuma naik Rp5.000 atau Rp10.000. Tapi kalau cabai naik Rp10.000 dikali 9,5 juta penduduk yang makan, nilainya bisa puluhan hingga ratusan miliar rupiah yang diambil dari kantong masyarakat,” ujar Gubernur.

Ia juga mencontohkan komoditas daging ayam yang tingkat konsumsinya mencapai 3–4 juta ekor per bulan di Provinsi Lampung. Menurutnya, kenaikan harga sekecil apa pun akan berdampak besar secara akumulatif dan berpotensi mengurangi alokasi belanja masyarakat untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan.

Sebagai daerah penghasil pangan, Gubernur menegaskan bahwa stabilitas harga di Lampung harus diprioritaskan melalui pemanfaatan pasokan lokal. Ia meminta dinas terkait memastikan ketersediaan dan produksi beras, cabai, bawang, daging, serta telur tetap aman hingga pasca-Lebaran.

“Prioritasnya adalah komoditas yang ada di Lampung. Strategi kita menjaga pasokan tetap stabil dengan memaksimalkan sumber dari dalam daerah, dan baru mendatangkan dari luar jika memang kurang,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan agar TPID tidak bekerja secara reaktif layaknya pemadam kebakaran. Ia menilai intervensi pasar yang dilakukan terus-menerus tanpa pembenahan tata niaga dan distribusi hanya akan membuat pemerintah kelelahan.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pangan (Satgas Saber Pangan). Satgas ini difokuskan pada penindakan pelanggaran harga, keamanan pangan, serta jaminan mutu produk.

“Kami menyebutnya Saber atau Sapu Bersih. Tidak ada pengecualian. Kami akan menindak tegas praktik penimbunan, spekulasi, dan kartel yang memainkan harga,” tegas Kombes Pol Heri.

Ia menambahkan, Polda Lampung akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah produsen dan distributor besar mulai Selasa siang.

Dari sisi analisis ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengungkapkan bahwa secara tahunan (year on year) inflasi di Lampung relatif terkendali. Namun demikian, ia memberi perhatian khusus terhadap inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food), seperti cabai dan bawang.

“Ada fenomena surplus produksi secara tahunan, tetapi terjadi defisit di bulan-bulan tertentu. Ini merupakan tantangan distribusi dan penyesuaian waktu tanam yang harus kita selesaikan bersama,” jelas Bimo.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan memaparkan data konkret terkait neraca pangan daerah. Ia menyebutkan bahwa stok beras, jagung, daging ayam, dan telur berada dalam kondisi sangat aman dan bahkan surplus.

“Yang menjadi perhatian adalah bawang merah dengan ketahanan stok sekitar 18 hari dan bawang putih 16 hari. Cabai rawit juga perlu diwaspadai karena tren harganya mulai naik signifikan menjelang Ramadan,” ungkap Mulyadi.

Untuk menjamin ketersediaan beras, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra memastikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sangat mencukupi, yakni mencapai 170.825 ton.

“Stok ini sangat aman, bahkan cukup hingga akhir tahun. Kami juga siap menggelontorkan beras SPHP dan melaksanakan operasi pasar secara masif guna menstabilkan harga,” ujar Rindo.

Di sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo memprediksi lonjakan jumlah pemudik tahun ini akan sangat signifikan. Pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario kepadatan, mulai dari padat hingga sangat padat, khususnya di Pelabuhan Bakauheni.

“Kapasitas penyeberangan meningkat dengan hadirnya dermaga eksekutif 2 dan tambahan kapal baru. Selain itu, Bandara Radin Inten II juga telah kembali berstatus internasional dengan penerbangan langsung ke Kuala Lumpur,” jelas Bambang.

Ia juga menyampaikan kabar baik terkait kehadiran taksi listrik serta penyediaan 300 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung guna mendukung mobilitas ramah lingkungan selama masa Lebaran.

Sementara itu, dari sisi energi, Sales Branch Manager Lampung II PT Pertamina Patra Niaga Reiner Bontong memastikan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman. Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM jenis Gasoline meningkat hingga 36 persen selama periode mudik Lebaran.

“Kami menyiagakan 96 SPBU yang beroperasi 24 jam serta layanan motoris untuk menjangkau wilayah kemacetan di jalur tol maupun arteri. Stok LPG 3 kilogram juga akan kami tambah fakultatifnya sebesar 11 persen,” terang Reiner. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda