Pemprov Lampung Dukung Penuh Survei Seismik 2D untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

17

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan survei seismik 2D di wilayahnya sebagai langkah awal penting dalam eksplorasi minyak dan gas bumi (migas).

Dukungan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 500.10.7.6/2806/V.25/2025 tanggal 11 Juni 2025 tentang Dukungan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Survei Seismik 2D pada WK Sumbagsel Area-1.

Gubernur Lampung menegaskan komitmen ini saat membuka rapat koordinasi dan FGD persiapan survei seismik 2D di Hotel Grand Mercure, Selasa (12/8/2025).

“Survei seismik 2D adalah tahap awal yang sangat penting untuk memperoleh data bawah permukaan secara akurat sebelum pengeboran. Ini langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadikan Lampung sebagai salah satu lumbung energi nasional di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan eksplorasi dan produksi migas berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah dari sektor hulu migas.

Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat, serta keterlibatan semua pihak.

“Libatkan masyarakat, dengarkan aspirasinya, dan buat mereka merasa menjadi bagian dari keberhasilan ini. Pastikan kegiatan ini aman, ramah lingkungan, menghormati hak masyarakat, dan melindungi keselamatan pekerja,” tegasnya.

Ia meminta seluruh ASN di daerah yang terlibat, khususnya dari OPD teknis dan pemerintah kabupaten, aktif dalam sosialisasi, fasilitasi lapangan, dan dokumentasi kegiatan.

“Ini bagian dari knowledge sharing dan penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam mengelola kegiatan hulu migas,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM RI, Nanang Abdul Manaf menjelaskan, bahwa proses hulu migas hingga produksi memerlukan waktu 3–5 tahun, dimulai dari studi, survei seismik, interpretasi data, hingga pengeboran dan pengembangan.

“Kalau tidak dimulai dari sekarang, bagaimana mungkin Lampung bisa memproduksi migas? Tahap ini harus dijalankan,” ujarnya.

Survei seismik 2D yang akan dilakukan PT Pertamina EP ini akan melintasi lima kabupaten di Lampung, antara lain Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, serta dua kabupaten di Sumatera Selatan, yaitu Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur, dengan total panjang lintasan 688,5 kilometer.

“Mudah-mudahan setelah kickoff sosialisasi ini, kita bisa melanjutkan ke tahap eksplorasi hingga menemukan cadangan migas yang dapat dikembangkan. Dengan begitu, Lampung tak hanya dikenal sebagai penghasil gula, tapi juga minyak dan gas,” pungkas Nanang. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda