BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dokter Reihana menjelaskan, ada tambahan 3 pasien terkonfirmasi positif corona yang sembuh pada hari ini, Ahad (7/6/2020).
Keriga orang tersebut antara lain pasien nomor 49 berjenis kelamin wanita atas nama Sukesi (51) asal Kota Bandar Lampung, pasien nomor 4 berjenis kelamin laki-laki atas nama Muhtadi (55) asal Kota Bandar Lampung, kemudian pasien nomor 131 berjenis kelamin wanita atas nama Endang Irawati (45) juga berasal dari Bandar Lampung.
“Juga ada tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1 orang, yaitu pasien nomor 144 berjenis kelamin waniita (41) dari Bandar Lampung. Pasien ini merupakan OTG dan mempunyai kontak erat dengan pasien nomor 141. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri,” kata dokter Reihana melalui video conferencenya, Ahad (7/6/2020).
Selanjutnya Reihana juga menyampaikan update data Covid-19 Provinsi Lampung untuk hari ini (Ahad) antara lain jumlah ODP sebanyak 3.299 orang, dengan rincian selesai dipantau 3189, masih dalam pemantauan 72 orang, dan yang meninggal dalam status ODP ada 8 orang.
“Untuk jumlah PDP ada 127 orang, dengan rincian masih dirawat diberbagai RS rujukan di Lampung 16 orang, sembuh 87 orang, dan PDP yang meninggal 24 orang. Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi positif 144 orang, dengan rincian masih menjalani isolasi 32 orang, meninggal 11 orang dan sembuh 101 orang,” jelasnya.
Terkait obat hydroxychloroquine yang telah terbukti dapat menyembuhkan pasien Covid-19 di Wisma Alet Jakarta, dokter Reihana menjelaskan bahwa untuk penanganan pasien Covid-19 sampai saat ini belum ada edaran resmi dari Kemenkes tentang obat atau vaksin yang dimaksud.
“Akan tetapi beberapa organisasi profesi di Provinsi Lampung, antara lain IDAI , PDPI, Perkumpulan Anestesi bersepakat bahwa hydroxychloroquine dapat digunakan sebagai tata laksana pasien Covid-19 , namun tidak bisa digunakan untuk penderita yang usianya di atas 50 tahun, punya kormobit untuk penyakit jantung dan lain-lain atau pasien dalam kondisi kritis,” jelas Reihana. (Katrine)




























