PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 hingga 2029.
Bertempat di Pendopoan PALI, Senin (30/6/2025), agenda ini menjadi langkah strategis mendukung visi pembangunan daerah dan menyelaraskan rencana dengan RPJMN serta RPJMD Provinsi Sumatera Selatan.
Bupati PALI Asgianto ST mengungkapkan, bahwa pemerintah daerah telah menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan senilai Rp52 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk pembangunan RSUD Talang Ubi, pengadaan alat kesehatan, serta pengembangan program sekolah rakyat.
“Semoga pembangunan RSUD Talang Ubi dan sekolah rakyat dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Asgianto.
Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terhadap 13 program prioritas yang telah disusun untuk mendorong kemajuan PALI menuju visi besar Indonesia Emas.
13 Program Prioritas PALI 2025–2029:
- PALI Sehat Bersama
- Kerja Keras Bebas Cermas
- PALI Terdidik
- PALI Bebas Buta Al-Qur’an
- Kreatif Bersama PALI
- PALI Berkarya Mandiri
- Satu Desa Satu Produk
- Satu Desa Satu Penyuluh
- Desa Maju dan Sehat
- Desa Maju dan Modern
- PALI Terang Bahagia
- PALI Bersinergi
- PALI Rukun Bersama
Selain itu, Pemkab PALI terus menggulirkan program-program pro-rakyat yang telah berjalan, seperti program satu desa satu produk, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani dan buruh lepas, serta program dana insentif untuk guru ngaji, umrah gratis bagi masyarakat, dan beasiswa untuk siswa berprestasi.
Kepala Bappeda PALI Ahmad Jhoni SP MM menjelaskan, bahwa musrenbang RPJMD ini bukan hanya menjadi forum perencanaan, tetapi juga proses penyelarasan kebijakan pusat dan provinsi dengan kebutuhan daerah.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Seluruh program harus berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui 13 program unggulan yang dikemas secara tematik dan menyentuh berbagai sektor, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga keagamaan, Pemkab PALI menargetkan pembangunan yang lebih merata, modern, dan inklusif di seluruh pelosok daerah. (RDT)






























