Meski Ada Garis Polisi, PT Simeans Medica Terus Beroperasi

112
Police line dipasang Polres Ogan Ilir, namun aktivitas PT Simeans tak terganggu.

OGAN ILIR, BERITAANDA – Police line atau garis polisi yang dipasang Polres Ogan Ilir (OI) ternyata tak menyurutkan PT Simeans Medica untuk terus beroperasi melakukan aktifitas diduga akan dibangun peternakan kera.

Hal ini terlihat dengan adanya aktivitas di lahan mereka yang berlokasi tidak jauh dari SMAN 1 Payaraman Ogan Ilir. Tampak para pekerja di sana tetap beraktivitas bekerja meski police line tersebut dipasang sedemikian rupa, Ahad (26/11/2023) siang.

Adanya police line sendiri berawal dari demo masyarakat Payaraman dan juga Ormas Pemuda Pancasila (PP) sehari sebelumnya yang menolak aktivitas PT Simeans Medica, karena mereka menganggap dari awal pihak PT tidak memberikan sosialisasi akan ada perusahaan yang akan didirikan di wilayah mereka.

Saat itu masyarakat dan Ormas PP mendatangi lokasi dan mencoba menghentikan paksa aktifitas yang ada di lokasi tersebut. Namun dicegah oleh aparat kepolisian. Alhasil aktifitas terhenti dan tak lama kemudian terpasanglah garis polisi itu, meskipun terlebih dahulu terjadi keributan sengit antar kelompok masyarakat dengan PT tersebut.

“Namun hari ini, meski garis polisi masih terpasang mereka tetap beraktivitas seperti semula,” ujar AN, salah satu anggota PP Kecamatan Payaraman dibincangi media ini.

AN menilai, perusahaan tersebut sudah terang-terangan menantang aparat penegak hukum (APH) dengan tidak menghormati garis polisi yang sudah terpasang di gerbang lokasi PT yang saat ini sedang dibangun.

“Kami sangat kesal dengan perusahaan ini, padahal sudah jelas kalau perusahaan itu sedang bermasalah, baik dari tidak adanya sosialisasi ke masyarakat umum, kemudian mengabaikan perasaan masyarakat disini yang cenderung melakukan penolakan berdirinya perusahaan, ini garis polisi juga diabaikan,” imbuhnya.

Pihak aparat kepolisian mengamankan aksi demo masyarakat Payaraman dan ormas PP pada hari Sabtu (25/11/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa PT yang akan mendirikan perusahaan di wilayah itu seakan kebal hukum dan melecehkan APH, dan seakan memprovokasi masyarakat agar terjadi konflik.

“Mereka ngotot dan masih merasa benar, PT macam apa ini berlaku sewenang-wenang, sangat berani mereka mengangkangi hukum, tampak tidak takut menerobos garis itu, apalagi dengan masyarakat biasa mereka tambah tidak takut,” tukasnya kesal.

Sementara saat awak media mencoba mengonfirmasi ke Humas PT Simeans Medica via telepon seluler dengan nomor 08xxxx, tidak ada respons dari pemilik nomor tersebut. (ril)

Bagaimana Menurut Anda