Luncurkan Koran dan Buku Satu Tahun Mirza–Jihan, IJP Lampung Pastikan Tetap Kritis serta Profesional

8

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung (IJP) Lampung resmi meluncurkan koran edisi khusus dan buku satu tahun kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Peluncuran berlangsung di halaman Gedung Pusiban, kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/3/2026).

Ketua IJP Lampung Abung Mamasa mengatakan, peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda untuk merawat ingatan publik bahwa satu tahun kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur telah berjalan.

“Peluncuran koran dan buku ini merupakan inisiatif kawan-kawan anggota, saya hanya mengakomodasi ide mereka. Kami berpikir masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang telah dikerjakan gubernur dan wakil gubernur,” kata Abung.

Menurutnya, satu tahun kepemimpinan Mirza–Jihan masih merupakan tahap peletakan fondasi pembangunan. Meski demikian, arah pembangunan Lampung ke depan mulai terlihat.

“Setidaknya kami melihat ada upaya pemerintah memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, membangun konektivitas jalan dan jembatan, serta mendorong reformasi birokrasi yang lebih transparan dan investasi pada sumber daya manusia,” jelasnya.

Ia menegaskan, koran dan buku tersebut disusun dengan mengedepankan objektivitas. Sinergi antara IJP dan Pemprov Lampung, kata dia, tidak melemahkan daya kritis pers.

“Saya ingatkan kepada anggota IJP, silakan mengkritisi tetapi tidak nyinyir. Kita sama-sama tahu pers tidak hanya bertugas menggambarkan, tetapi juga merawat akal sehat publik,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Mirza mengatakan kegiatan tersebut menjadi wahana untuk menengok capaian satu tahun pemerintahan sekaligus saling mengingatkan langkah ke depan.

“Benar kata Abung, masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang sudah kami lakukan bagi Provinsi Lampung,” kata Mirza.

Ia menambahkan, menjadi gubernur adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini amanah bagi kami sebagai gubernur dan wakil gubernur, sekaligus menjadi beban tanggung jawab yang harus kami tuntaskan,” jelasnya.

Menurut Mirza, selama satu tahun terakhir pemerintah provinsi mulai menata arah pembangunan, khususnya melalui peningkatan konektivitas.

“Melalui peningkatan kemantapan jalan provinsi, mobilitas masyarakat akan semakin lancar,” ujarnya.

Ia juga menargetkan kualitas jalan di Lampung terus meningkat. “Saya punya visi, suatu saat masyarakat bangga dengan jalan-jalan di Lampung,” tambahnya.

Karena itu, pemerintah provinsi mulai memprioritaskan pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton yang dinilai lebih tahan lama dibanding aspal. Kebijakan tersebut juga menjadi dasar pengajuan pinjaman daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan.

“Fokusnya, pada 2028 atau 2029 kemantapan jalan sudah mencapai 90 persen,” pungkasnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda