Lampung Jalin Kerja Sama Pertanian Modern dengan Shandong, Produktivitas Diprediksi Naik 30%

21

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperluas jaringan kerja sama internasional dalam rangka percepatan transformasi pembangunan daerah. Hari ini, Senin (26/5/2025), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri forum bisnis di Provinsi Shandong, Tiongkok, yang diikuti sekitar 30 perusahaan besar, termasuk Pauli Shandong Taiyuan Energy Co., Ltd.

Dalam forum tersebut, Gubernur Mirza menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Ketua APINDO Lampung Ary Meizari dan CEO Pauli Group, menandai komitmen awal investasi di sektor pertanian modern (smart farming). Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan kawasan industri.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni menjelaskan, bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk wilayah Sumatera, Zhang Min, ke Lampung pada 19 Mei lalu.

“Teknologi dari Pauli Group diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%, terutama untuk komoditas utama seperti padi, jagung, dan hortikultura,” ujar Elvira.

Elvira menambahkan, bahwa implementasi proyek akan dilakukan melalui kemitraan langsung dengan petani lokal. Pendekatan ini diharapkan mendorong alih teknologi, memperkuat kapasitas produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Gubernur Mirza sendiri terus mendorong hilirisasi dan modernisasi sektor pertanian. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk pembangunan silo dan penyediaan alat pengering gabah (dryer) di sentra produksi.

Pemerintah Provinsi Lampung juga aktif menjalin kemitraan dengan pelaku usaha nasional dan internasional guna memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing.

Mengapa Shandong?

Shandong merupakan salah satu provinsi dengan ekonomi terkuat di Tiongkok. Terletak di pesisir timur, wilayah ini dikenal sebagai produsen sayuran terbesar di Tiongkok dan menjadi basis utama pengembangan pertanian modern. Industri Shandong pun sangat maju, mencakup sektor manufaktur, makanan, petrokimia, hingga teknologi tinggi.

Infrastruktur yang lengkap, termasuk pelabuhan internasional, jalur kereta api, dan jalan raya modern, menjadikan Shandong sebagai pusat investasi asing dan perdagangan global. Kota Qingdao di provinsi ini dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur dan ekspor terbesar di Tiongkok.

“Shandong adalah mitra strategis karena kemajuan teknologinya di sektor pertanian serta kekuatan industrinya. Kerja sama ini membuka peluang bagi Lampung untuk belajar, bertransformasi, dan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi tinggi,” tambah Elvira.

Lampung menjadi provinsi pertama di Sumatera yang melakukan kunjungan resmi ke Shandong. Langkah ini dinilai strategis dalam membuka akses pasar, menarik investasi, dan memperkuat kemitraan ekonomi lintas negara.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan percepatan transformasi pertanian modern, peningkatan ekspor komoditas unggulan, serta penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan. (*)

Bagaimana Menurut Anda