Jemaah Kloter 7 Tiba di Arafah

193

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Alhamdulillah sebelum tengah hari Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah Kloter 7 Mes (Sergai, Tebing Tinggi, dan Nias) telah masuk ke pemondokan di padang Arafah dalam kondisi sehat.

Semua ini berkat kerjasama tim yang dikoordinasi oleh Ketua Kloter Husin Syarif, TPIHI Sarifuddin Daulay dan seluruh Karom dan Karu jemaah yang tidak mengalami masalah, baik ketika sarapan pagi di maktap, kendaraan bus dan tempat wukuf.

“Ini bukti gotong-royong yang dimiliki bangsa Indonesia berlaku dalam mengangkat beban apapun dan dimanapun,” kata Ketua TPHD Sergai Ir. H. Soekirman ysng disampaikan kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal, M.Si melalui WhatsApp langsung dari padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019) dini hari.

Sehari sebelum keberangkatan ke Arafah, sudah disepakati bersama bahwa jemaah risti (resiko tinggi) akan didahulukan keberangkatannya. Pagi sejak jam 8 WAS, para lansia di atas kursi roda sudah diturunkan ke lobi hotel. Dengan demikian, mereka terhindar dari desak-desakan dengan jemaah lain.

“Bagi jemaah yang sehat tetap berada di kamar menunggu panggilan karom masing-masing,” kata Soekirman.

Tim Kesehatan TKHI, lanjutnya, yang paling sibuk mengkontrol jemaah lansia, karena mereka yang punya rekaman kesehatan masing-masing jemaah. Setelah bus berisi lansia risti serta diisi penuh kursi roda, baru diberangkatkan pertama. Setelah itu menyusul karom 1 hingga 9 selesai.

“Meskipun hari Jumat dalam kondisi musafir, akan tetapi para jemaah tetap melaksanakan Dzuhur dan Ashar di jamak qhosor. Azan dikumandangkan oleh jemaah bernama Zul Lubis asal Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, dan iqomah oleh saya sendiri (Soekirman), bertindak sebagai imam Ust. Sulaiman asal Perbaungan,” tutur Soekirman menceritakan.

Lebih lanjut dikisahkan Ketua TPHD Sergai, betapa khusuknya sholat di Arafah tengah hari itu, tak jarang jemaah menangis sesegukan ingat akan kurangnya amal ibadah selama hidup.

“Usai doa dan zikir, panitia daker Makkah dari sektor 1 telah menyiapkan makan siang, minuman, dan buah. Selesai santap siang, jemaah istrahat sejenak dalam ruangan,” ujarnya.

Secara umum urusan hajat seperti WC, air wudhu, persediaan air minum dan ruang publik tersedia dengan baik. Air kemasan dalam lemari pendingin tersedia di semua gang, dan bebas diambil kapan saja dibutuhkan.

“Bagi yang bosan dalam barak tersedia bangku untuk menghirup udara/angin sambil berzikir. Sayang masih banyak juga jemaah termasuk yang lansia lebih suka merokok, padahal udara relatif panas,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, TPHD berkesempatan untuk berkeliling komplek barak dan bersilaturahmi dengan jemaah kloter Riau, Kalimantan Barat dan daerah lainnya. Melihat bentuk pondokan yang ada mirip seperti jambore pramuka, karena sistem zonasi membuat kita selalu bertemu dengan jemaah asal daerah lain dari Indonesia.

“Salah satu yang dikunjungi adalah dapur umum tempat memasak nasi. Saya terkejut bahwa ternyata beras Thailand yang dimasak menggunakan energi kayu bakar. Itu sebabkan aroma nasi liwetnya wangi dan pulen,” kata Soekirman.

Chef pemasak nasi juga berasal dari Thailand, patani asal Naratiwat. Ada 10 dandang raksasa dan beras merk Aloha. 1 dandang berisi 45 kg, pada saat kunjungan nasi untuk makan malam.

Jarak dapur dengan pondok sekitar 50 meter. Malam ini akan diisi dengan sholat jamaah dan tausyiah dari karom dan TPIHI. Demikian disampaikan Ketua TPHD Sergai Kloter 7 Embarkasi Medan, Ir. H. Soekirman. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda