Januari-Agustus, Lebih 100 Hotspot Terpantau BPBD Sekadau

296

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga Kepolisian serta TNI.

“Sampai saat ini, BPBD Sekadau mendata titik hotspot sebanyak 141 titik. Terhitung Januari sampai dengan hari ini,” ujar Plh Kepala BPBD Sekadau melalui sekretarisnya Edi Prastyo S.Sos MAP, Senin (19/8/2019), di ruang kerja Posko Karhutla Sekadau.

Jumlah tersebut, menurut Edi, tersebar di 7 kecamatan dalam Kabupaten Sekadau. Dari hasil Pengecekan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, umumnya hotspot disebabkan pembakaran lahan oleh masyarakat petani konvensional atau ladang berpindah yang membuka lahan pertanian.

Diakui Edi, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan yang menangani perkebunan, dalam rangka penekanan perintah Gubernur Kalimantan Barat terkait data perusahaan untuk pencegahan karhutla.

“Dari data perusahaan yang terdapat hotspot di Kabupaten Sekadau, ada 2 perusahaan. Dan kami sudah melakukan kroscek ke lapangan,” tambah Edi.

Hasil pengecekan pihaknya (TRC), bahwa titik hotspot di areal perkebunan sawit di wilayah Belitang Hilir Kabupaten Sekadau tersebut disebabkan adanya pembakaran lahan oleh masyarakat yang membuka lahan pertanian.

Meski demikian, guna memastikan potensi karhutla di kecamatan-kecamatan, Edi menyatakan, TRC BPBD akan melakukan patroli ke pedalaman serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Hari ini kami akan patroli ke Belitang Hilir dan wilayah Seberang Sekadau Hilir,” ungkap mantan Kepala Bidang Kesiap-siagaan Pencegahan Bencana Serta Logistik BPBD Sekadau ini.

Kondisi cuaca di Kabupaten Sekadau sejak Ahad (18/8/2019) cukup panas, meski beberapa hari lalu hujan sempat turun di beberapa wilayah Kabupaten Sekadau. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda