IWO Sumsel Rayakan HUT ke-11 Sekaligus Resmikan Kantor Baru

46

PALEMBANG, BERITAANDA – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumsel memperingati HUT IWO ke-11 tahun di Sekretariat PW IWO Sumsel Jalan Jaksa Agung R. Soepprato No. 10-11, 26 Ilir D. I Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, Selasa (8/8/2023).

Ketua IWO Sumsel Efran dalam sambutannya mengatakan, bahwa tantangan dan ujian setelah dirinya terpilih menjadi ketua memang luar biasa. Ada yang tidak terima atas kekalahan, ada juga yang menggugat hingga membuat berita hoax. Hingga ia harus datang ke beberapa instansi yang bertanya-tanya tentang kebenarannya, tapi mereka menerima. Dan ada juga yang memang menolak hingga yang ragu-ragu.

“Tapi Alhamdulillah, TNI terdepan yang masih tetap percaya kepemimpinan IWO di Sumsel atas nama saya,” katanya.

Seperti teman-teman IWO pasti bertanya kenapa ia tetap berpegang teguh kepemimpinan Jodhi Yudhono. Jadi dalam hal ini, dirinya bukan dalam rangka mendukung pribadi Jodhi Yudhono Cs, tapi wartawan itu harus tegak kepada kebenaran. Jadi, mana yang benar itulah yang harus kita junjung tinggi.

Dasarnya apa, lanjutnya, karena dalam dinamika terjadi saat ini, dirinya berdiskusi sehingga sudah membentuk LBH IWO Sumsel.

“Kami bertanya kepada tim kuasa hukum kita, dan mereka sudah memeriksa dan ditelaah seluruh surat menyurat oleh Pak Tabrani SH dan Pak Suwito Winoto. Mereka merekomendasikan untuk saya tetap berada di kepemimpinan Jodhi Yudhono. Dari situlah saya tetap berpegang teguh dalam kepemimpinan beliau,” ungkap dia.

Lanjutnya, jangan keliru kalau kawana-kawan bilang bertangan besi membela kepentingan Jodhi Yudhono, itu salah. Tapi kalau kemarin misalkan LBH IWO Sumsel bilang dan menyuruh dirinya mundur saja, ikuti sebelah sana, mungkin sudah lama ia tinggalkan.

“Karena kita tidak mengerti hukum. Maka dari itulah kita bertanya kepada ahlinya. Alhamdulillah, LBH IWO Sumsel selalu memberikan motivasi, semangat, dan terus menjalankan program kegiatan serta melaksanakan mubes nanti, biarkan kami di belakang,” tambahnya.

Ketua Umum (Ketum) DPP IWO Jodhi Yudhono mengungkapkan bahwa yang harus diketahui tentang kebenaran dan kesalahan itu ada ujiannya. Siapa yang menguji kebenaran dan kesalahan itu adalah waktu, pikiran dan hati. Ketiga variabel itu yang menunjukan bahwa kita benar apa salah.

“Jadi apabila terjadi ujian di dalam IWO ya kita nikmati saja, nanti waktu, akal dan hati yang menunjukkan siapa yang benar dan salah. Tapi percayalah, bahwa apa yang dilakukan kawan-kawan peserta mubes, semuanya ada suratnya. Semuanya tersusun dengan baik oleh Sekjen IWO. Jadi, apapun yang terjadi percayalah kita berada di jalan yang benar sesuai dengan konstitusi yang ada di IWO AD/ART,” bebernya.

Jadi apapun gerakan IWO, sambungnya, selalu dirinya kaitkan dengan kebudayaan, dengan akal budi. Apabila Efran menuliskan IWO Sumsel beradab, karena akhlak dan beradab itu yang benar.

“Kita memang modal awal wartawan itu adalah akhlak, supaya kita tidak melukai dan menyakiti sesama. Ketika kita menulis berita harus adil, harus dua belah pihak, jangan hanya dari satu pihak, itu namanya tidak adil. Kalau adil itu, Insya Allah tidak akan melukai. Karena keadilan itu juga akan diterima oleh orang lain. Selamat kepada kawan-kawan semua yang merayakan ulang tahun IWO ke 11 ini, mudah-mudahan IWO menjadi lebih baik, betul-betul menjadi rumah yang nyaman, kondusif dan memberi inspirasi bukan saja kepada anggota IWO tetapi kepada masyarakat Indonesia,” ulasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili oleh Kabid Dinas Kominfo Irmansyah Wibowo menyampaikan, 11 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi organisasi yang menaungi wartawan online di Sumsel. Apalagi di tengah gempuran digitalisasi yang berkembang.

“Wartawan online dituntut untuk tetap selalu mengasihi diri, kreatif dan mengikuti perkembangan jaman. Wartawan online harus dapat menghasilkan berita yang cepat, real time dan terpercaya sehingga masyarakat dapat informasi dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap perkembangan zaman manusia tidak bisa dilepaskan dari media sebagai informasi, baik media cetak, elektronik, online hingga sekarang media sosial,” tuturnya.

Lanjutnya, wartawan harus senantiasa mengedepankan profesionalisme dan sesuai dengan fakta menulis sebuah berita tidak berdasarkan opini pribadi.

“Juga dalam berperan sebagai menjumpai informasi publik, menjadi pendorong partisipasi masyarakat dengan berita yang update, yang bertanggung jawab, dan terhindar berita hoax,” pungkasnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda