Indosat Ooredoo Hutchison dan Komdigi Perkuat Ekosistem Registrasi eSIM Digital Berbasis Biometrik

74

JAKARTA, BERITAANDA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menggelar Live Biometric Demo untuk layanan prabayar dan proses registrasi mandiri (self-register) eSIM di Gerai IM3 Jakarta.

Penerapan teknologi biometrik ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih nyaman, aman, dan modern bagi seluruh pelanggan.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan penerapan registrasi biometrik adalah untuk memperkuat perlindungan bagi pengguna ponsel di Indonesia.

Edwin mengapresiasi langkah konkret Indosat yang melakukan uji coba registrasi biometrik sebagai bentuk tanggung jawab operator seluler terhadap pelanggan.

“Kami berharap registrasi biometrik dapat menjadi pola baru dalam bisnis seluler. Operator tidak hanya berfokus pada keuntungan perusahaan, tetapi juga pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Hal tersebut merupakan fondasi pertumbuhan industri seluler dan ekonomi nasional,” ujar Edwin.

Sementara itu, Reski Damayanti selaku Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison menegaskan, bahwa keamanan dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas utama perusahaan.

“Indosat mendukung langkah pemerintah dan siap berkolaborasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal demi kepentingan pelanggan serta kemajuan industri telekomunikasi nasional,” jelasnya.

Melalui kegiatan demo bersama Komdigi ini, Indosat menunjukkan kesiapan teknologi dan infrastruktur dalam mendukung proses registrasi biometrik yang aman, efisien, dan praktis. Saat ini, sistem biometrik tersebut telah mulai diimplementasikan di berbagai layanan pelanggan.

Penerapan registrasi biometrik ini mengacu pada standar keamanan internasional ISO 30107-3, mencakup proses digital mulai dari validasi nomor pelanggan (MSISDN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pengambilan foto wajah (self-photo), verifikasi liveness detection, hingga pencocokan wajah (face recognition) dengan data DUKCAPIL. Dengan tingkat kecocokan wajah minimal 95%, sistem ini memastikan keabsahan identitas pelanggan sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan data pribadi.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat keamanan dan kepercayaan pelanggan, sejak Agustus 2025, Indosat juga menghadirkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, sistem cerdas yang mampu mendeteksi serta mencegah pesan dan panggilan berisiko secara real-time di dalam jaringan.

Fitur ini didukung oleh teknologi AIvolusi5G, kombinasi kecanggihan kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G Indosat yang responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Melalui inisiatif ini, Indosat berkomitmen melindungi pelanggan dari potensi kejahatan digital serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem telekomunikasi yang aman, terpercaya, dan berdaya saing. (*)

Bagaimana Menurut Anda