Hujan Sering Mengguyur, Produksi Getah Karet Warga Menurun

63
Amiruddin, salah satu petani karet dari Kecamatan Payaraman.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini sebabkan ratusan petani karet di Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan berkeluh kesah.

Bukan tanpa sebab, produksi getah karet mereka menurun drastis. Hal ini disebabkan mereka kesulitan menyadap batang karet yang sering basah.

Salah satunya dikeluhkan oleh Amirudin (58), salah satu warga Desa Tebedak I. Hujan yang turun hampir tiap malam, menyebabkan ia dan petani lainnya kesulitan menyadap di pagi hari.

Namun untuk mengakalinya, mereka akhirnya merubah jadwal beraktivitas dari pagi ke siang harinya, tapi dengan konsekuensi produksi getah karet akan tidak sebanyak pagi hari, lantaran cuaca mulai panas ketika siang hari.

“Biasanya di cuaca normal, perolehan getah karet bisa kita dapatkan lebih kurang 20- 30 Kg per harinya. Namun ketika curah hujan tinggi sekarang bisa di bawah 20 Kg, bahkan kadang juga tidak mendapat sama sekali. Karena juga adakalanya ketika sedang menyadap, tiba – tiba hujan turun,” keluh pria itu, Selasa (21/12).

Meski demikian, lanjutnya, karena bertani karet merupakan mata pencaharian utama dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, mau tak mau walau batang karet sering basah terpaksa tetap disadap.

“Walau aliran getahnya juga tak sepenuhnya masuk ke wadah penampungan di batang karet tersebut, kita tetap beraktifitas. Mudah-mudahan cuaca normal dan produksi getah karet kembali normal” tutupnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda