Hari Jadi ke-41 RSUDAM, Pemprov Lampung Tingkatkan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan

13

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan sejumlah layanan inovatif dalam rangka hari jadi ke-41 Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (8/8/2025).

Peresmian yang digelar di halaman RSUDAM ini mencakup peluncuran Klinik Berhenti Merokok, Klinik Nyeri dan Paliatif, serta Shuttle Bus Lamban Tuppak Puakhi sebagai fasilitas pendukung rumah singgah bagi keluarga pasien.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali, jajaran Forkopimda, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Jihan menyambut baik hadirnya layanan-layanan baru tersebut, khususnya Klinik Berhenti Merokok. Menurutnya, keberadaan klinik ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak kesehatan akibat konsumsi rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif.

“Ada sekitar 80 juta orang yang merokok, dan satu juta di antaranya adalah perokok pasif. Klinik ini tidak hanya membantu mereka yang ingin berhenti merokok, tetapi juga mendeteksi dampak paparan asap rokok terhadap tubuh. Ini langkah konkret untuk menurunkan angka penyakit kronis di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peluncuran shuttle bus rumah singgah yang dinilai sangat membantu keluarga pasien.

“Dulu saya sering melihat keluarga pasien duduk seadanya di area rumah sakit. Dengan adanya shuttle bus ini, mereka kini bisa mendapatkan tempat yang lebih nyaman selama mendampingi anggota keluarga yang dirawat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jihan menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya layanan kesehatan yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga tulus dan berempati.

“Skill bisa digantikan teknologi, tetapi ketulusan dalam melayani tak bisa digantikan oleh apa pun. Pelayanan dengan hati mampu memberikan sugesti positif yang mempercepat kesembuhan pasien,” tegasnya.

Ia juga mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kesehatan adalah fondasi masyarakat yang maju dan produktif. Oleh karena itu, layanan kesehatan berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Jihan, RSUDAM adalah harapan terakhir masyarakat Lampung ketika fasilitas kesehatan lain belum mampu memberikan hasil maksimal. Karena itu, ia menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik.

Sementara itu, Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali mengungkapkan bahwa meskipun RSUDAM baru berstatus sebagai rumah sakit umum daerah selama 41 tahun, secara historis rumah sakit ini telah berdiri dan melayani masyarakat selama lebih dari satu abad, yakni 111 tahun.

Dalam rangka memeriahkan HUT RSUDAM dan HUT ke-80 RI, pihak rumah sakit juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Diantaranya khitanan massal modern, donor darah, pemberian tali asih kepada pasien rawat inap, serta beragam lomba olahraga dan seni seperti senam zumba dan lomba yel-yel antar unit.

“Kami ingin menjadikan RSUDAM tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai penggerak edukasi kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda