Griya Singgah Pasien YBM PLN, Rumah Singgah yang Hadirkan Harapan bagi Masyarakat

4

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Menjalani pengobatan di luar daerah bukan perkara mudah bagi pasien dan keluarga. Selain menghadapi proses medis yang panjang, mereka juga harus memikirkan tempat tinggal selama berada jauh dari rumah.

Bagi masyarakat prasejahtera, kebutuhan tersebut dapat menjadi beban tambahan di tengah perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan.

Kondisi inilah yang coba dijawab melalui Griya Singgah Pasien (GSP) YBM PLN, yang merupakan transformasi dari Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI dan hadir sebagai tempat singgah bagi pasien serta pendamping dari luar daerah yang menjalani pengobatan di Bandar Lampung.

Sejak mulai beroperasi pada 2018, GSP YBM PLN telah menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga saat ini, fasilitas tersebut telah melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping. Kehadiran GSP tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang untuk beristirahat, berbagi cerita, dan saling menguatkan bagi pasien maupun keluarga yang tengah menjalani masa pengobatan.

Kebermanfaatan tersebut tidak terlepas dari peran Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, lembaga yang menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat yang berasal dari penghasilan pegawai PLN kepada masyarakat yang berhak menerima.

Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, dana zakat tersebut disalurkan untuk menghadirkan manfaat di tengah masyarakat, termasuk membantu pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan di luar daerah. GSP YBM PLN menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut.

Salah satu penerima manfaat GSP pada Agustus 2026 adalah Iin Rahmawati (46), warga Kabupaten Mesuji, Lampung, yang menjalani pengobatan kanker usus di RSU Urip Soemohardjo, Bandar Lampung.

Untuk mendapatkan perawatan, Iin harus menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Mesuji. Sang suami, Guntawa (57), setia mendampingi selama proses pengobatan.

Keberadaan GSP YBM PLN membantu keduanya memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman selama berada di Bandar Lampung, sehingga tidak perlu menambah beban biaya untuk mencari tempat singgah.

“Yang terpenting bagi kami sekarang adalah istri bisa fokus menjalani pengobatan. Kami sangat bersyukur karena ada tempat singgah yang membuat kami merasa lebih tenang selama berada di Bandar Lampung,” ungkap Guntawa.

Bagi Iin dan keluarga, tempat singgah tersebut bukan hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga memberikan ketenangan selama harus menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.

Ketua YBM PLN UID Lampung, Bennie Adinata RAG mengatakan, transformasi Rumah Singgah Pasien menjadi Griya Singgah Pasien merupakan bagian dari upaya YBM PLN untuk terus memperkuat kebermanfaatan program bagi masyarakat.

“GSP YBM PLN kami hadirkan sebagai ruang untuk membantu pasien dan keluarga yang sedang berjuang menjalani pengobatan. Bukan hanya tempat untuk singgah, tetapi juga tempat untuk mendapatkan rasa nyaman dan dukungan selama berada jauh dari keluarga maupun kampung halaman,” ujar Bennie.

Menurut Bennie, kebutuhan pasien yang datang dari luar daerah tidak berhenti pada layanan kesehatan. Dukungan terhadap kebutuhan pendamping, termasuk tempat tinggal selama proses pengobatan, juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

“Kami berharap keberadaan GSP YBM PLN dapat meringankan beban pasien dan keluarga. Dengan adanya tempat yang layak untuk beristirahat, pasien dapat lebih berkonsentrasi menjalani pengobatan, sementara keluarga yang mendampingi juga memiliki ruang untuk memulihkan tenaga,” lanjutnya.

Perjalanan GSP YBM PLN sejak 2018 hingga melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping menjadi bagian dari upaya YBM PLN untuk terus menjejakkan manfaat melalui dana zakat yang dihimpun dari penghasilan pegawai PLN.

GSP hadir bukan sekadar sebagai tempat bermalam, tetapi sebagai ruang yang menghadirkan kepedulian, kenyamanan, dan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan. Kisah Iin menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan yang diberikan melalui GSP dapat membantu pasien dan keluarga yang menjalani perjuangan mereka dengan lebih tenang. (*)

Bagaimana Menurut Anda