Dua Kali Tertinggal, PWI Lampung Bangkit dan Paksa SCS Berbagi Poin

1

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pagi yang cerah di Lapangan Minisoccer Subanus, Kamis (1/10/2026), berubah menjadi panggung duel sengit dua tim yang sama-sama tampil ngotot. Tim Minisoccer PWI Lampung dan Sepakbola Cinta Sabar (SCS) saling berbalas serangan hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-3.

Laga exhibition match dengan durasi 2 x 15 menit tersebut bukan sekadar pertandingan persahabatan. Bagi PWI Lampung, duel ini menjadi bagian dari pemanasan sekaligus evaluasi untuk mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) PWI 2027.

Sejak peluit awal dibunyikan, SCS langsung mengambil inisiatif permainan. Tekanan yang dibangun membuahkan hasil ketika Taufik Akbar berhasil memecah kebuntuan dan membawa SCS unggul lebih dahulu.

PWI Lampung tak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Permainan mulai lebih terorganisasi setelah para pemain merapatkan barisan dan membangun serangan secara kolektif. Upaya tersebut berbuah gol melalui Fueng yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan kemudian berkembang menjadi aksi saling balas serangan. SCS kembali menemukan celah di lini pertahanan PWI Lampung. Apen memanfaatkannya dengan baik untuk mencetak gol sekaligus mengembalikan keunggulan timnya.

Memasuki babak berikutnya, PWI Lampung tampil lebih percaya diri. Intensitas permainan meningkat, sementara koordinasi antarpemain mulai terlihat semakin padu.

Alhadis menjadi pemain yang membawa PWI Lampung kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat penyelesaian yang terukur.

Namun, SCS belum menyerah. Bayu kemudian menciptakan gol cantik yang mengecoh penjaga gawang PWI Lampung. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan SCS.

Dalam posisi tertinggal, PWI Lampung justru menunjukkan daya juang yang semakin kuat. Stamina dan kekompakan tim terlihat meningkat memasuki menit-menit akhir pertandingan.

Sebuah serangan balik cepat menjadi momentum penting. Kolaborasi Riedho dan Fueng berhasil membongkar pertahanan SCS. Umpan matang yang diterima Fueng diselesaikan dengan baik untuk mencetak gol keduanya dalam pertandingan.

Sisa waktu pertandingan pun berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim masih berusaha mencari gol kemenangan, tetapi hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Hasil imbang tersebut sekaligus menutup laga exhibition match dengan enam gol yang tercipta.

Bagi PWI Lampung, pertandingan ini menjadi bagian penting dari proses membangun chemistry, menguji stamina, sekaligus melihat sejauh mana kedalaman skuad menghadapi persaingan di Porwanas 2027.

Bukan soal menang atau kalah semata. Duel melawan SCS menjadi ruang bagi tim untuk menemukan pola permainan, mengukur kesiapan fisik, serta memperkuat komunikasi antarpemain.

Dengan persiapan yang terus dilakukan, laga-laga uji coba seperti ini menjadi bagian dari perjalanan panjang PWI Lampung untuk mematangkan tim sebelum tampil di panggung Porwanas 2027. (*)

Bagaimana Menurut Anda