dr. Zam Zanariah: Perempuan Indonesia Harus Mampu Berperan Aktif dalam Pembangunan Bangsa

184

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Latihan Khusus Kohati (LKK) Korps HMI-Wati Cabang Kota Bumi di Yayasan Syuhada Kota Alam hadirkan pemateri dari luar daerah yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berasal dari Cabang Semarang dan berdomisili di Bandar Lampung.

Beliau adalah dr. Zam Zanariah,Sp.S.M.Kes sekaligus Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Periodik Provinsi Lampung.

dr.Zam Zanariah membawakan materi dengan tema ‘Eksistensi Kohati dalam kontributor pembaharu’, yang menjelaskan bahwa perempuan Indonesia harus mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa karena perempuan adalah tiang negara.

Kanjeng Zam sapaannya, menitikberatkan peserta dari 8 provinsi perwakilan cabang yang hadir bahwas program kerja yang sangat urgent adalah peningkatan kajian-kajian serta pelatihan yang membentuk pola pikir dan cara bertindak Kohati sebagai kontributor pembaharuan.

dr.Zam menegaskan, Kohati perlu memperbaiki internalnya dengan cara orientasi kualitas, yaitu dengan hal yang paling mendasar dilakukan adalah melalui program kerja Kohati kedepannya.

“Kohati harus selalu menjaga hubungan silaturahmi yang ada di cabang-cabang di seluruh nusantara, agar selalu bersinergi dalam melaksanakan kegiatan, meningkatkan intelektual individu utamanya diberbagai bidang. Sebagaimana diketahui, maraknya budaya asing yang merajalela agar dapat diatasi,” ungkap dr. Zam.

Kohati memiliki peran lebih, karena tidak hanya HMI, tetapi fokus kepada perjuangan perempuan.

“Kita tidak dapat mengelak, maka harus menyiapkan strategi untuk membuat pembaharuan kedepan. Anggota Kohati berjumlah banyak dan tersebar di berbagai daerah sampai ke pelosok Indonesia harus dimanfaatkan sebagai basis kader bangsa yang maju dan bersaing,” jelas dia.

“HMI dan Kohati secara khusus juga harus terlibat dalam arus tersebut dengan posisi re-branding dan re-building,” tambah dia.

dr.Zam mentransfer banyak pengetahuan dan memberikan semangat juang baru kepada peserta LKK Kota Bumi, sehingga dapat menjadi bekal ketika para peserta kembali ke cabang masing-masing.

“Lalu mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan sebagai bentuk pembaharuan yang lebih maju di setiap cabang di daerahnya,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda