Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan, Gubernur Lampung Hapus Uang Komite Sekolah

29

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam pengarahan kepada para Kepala SMAN, SMKN, dan SLBN se-Provinsi Lampung yang digelar di Aula SMAN 2 Bandar Lampung, Kamis (5/6/2025).

“Jika kita tidak memperkuat SDM, kita tidak akan mampu menjadi fondasi kemajuan Indonesia. Bila masyarakat Lampung tidak memiliki daya saing, maka mereka akan tergantikan oleh SDM dari luar daerah,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk SDM unggul. “SDM yang kita harapkan itu sedang belajar di sekolah-sekolah yang Bapak Ibu pimpin saat ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan data memprihatinkan. Dari 352 SMA/SMK di Lampung, hanya 20 sekolah yang siswanya berhasil lulus Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi pada tahun 2025. Bahkan, 30 sekolah tidak meloloskan satu pun siswa melalui jalur UTBK, dan 49 sekolah gagal disemua jalur penerimaan perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung. Ia secara khusus berpesan kepada para guru agar mengajar dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan dedikasi tinggi.

Sebagai langkah konkret, Gubernur Mirza menyatakan akan menerbitkan Peraturan Gubernur yang melarang pungutan uang komite dari siswa SMA.

“Tidak boleh lagi ada pungutan uang komite, sepeser pun. Berapa pun kebutuhan sekolah, akan kami bantu dari anggaran pemerintah. Mari kita bersama-sama benahi pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga akan mendirikan 35 sekolah unggulan di lampung, menambahkan satu mata pelajaran bahasa asing (Jepang, Korea, atau Arab) untuk siswa kelas 3 SMA, mengarahkan seluruh program CSR perusahaan di Lampung untuk fokus pada sektor pendidikan.

Gubernur juga menetapkan tiga indikator keberhasilan kepala sekolah, antara lain tingkat kelulusan siswa ke perguruan tinggi, tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja, dan jumlah lulusan yang mampu berwirausaha secara mandiri.

“Saya titipkan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Lampung kepada bapak ibu sekalian. Saya titipkan masa depan Provinsi Lampung dan visi Indonesia Emas 2045. Semoga perjuangan ini menjadi amal dan pengabdian terbaik untuk masyarakat,” ucapnya mengakhiri sambutan. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda