Diskusi Kebudayaan Lampung, Teguhkan Komitmen Jaga Warisan Budaya di Tengah Arus Globalisasi

18

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama dalam visi pembangunan daerah.

Melalui berbagai kebijakan dan program, pemerintah terus mendorong pelestarian cagar budaya, penguatan bahasa dan seni daerah, pengembangan museum, penyelenggaraan festival, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung saat membuka diskusi kebudayaan bertajuk ‘Budaya Daerah sebagai Identitas Nasional’ di Ballroom Hotel Emersia, Senin (11/8/2025).

Gubernur menjelaskan, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memperkokoh identitas lokal, membina karakter generasi muda, dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat secara berkeadilan.

Menurutnya, melalui tema tersebut diingatkan bahwa kebudayaan daerah bukan sekadar bagian dari kekayaan bangsa, tetapi juga jantung identitas nasional itu sendiri.

“Disinilah pentingnya menjaga kesinambungan nilai, bahasa, tradisi, dan ekspresi lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya perubahan sosial serta kemajuan teknologi,” ujarnya.

Pemanfaatan media massa dan media sosial, lanjutnya, menjadi bagian krusial dalam pelestarian dan penguatan budaya lokal. Media bukan sekadar penyampai pesan, tetapi juga cermin dan pengarah nilai-nilai.

Maka dari itu, Gubernur menegaskan bahwa membangun masyarakat yang melek budaya dan cakap bermedia merupakan langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap mengakar, sekaligus mampu menjangkau dunia global.

Semangat ini, tegasnya, menjadi bagian integral dari visi Pemerintah Provinsi Lampung, yakni ‘Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas’, sebuah visi yang menempatkan kebudayaan sebagai ruh kemajuan: menjaga yang luhur, merangkul yang baru, dan memperkuat jati diri dalam setiap aspek pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menilai bahwa Indonesia dapat belajar dari Jepang dan Korea. Menurutnya, kedua negara ini berhasil melakukan invasi kebudayaan ke seluruh dunia meskipun jumlah ragam budaya mereka tidak sebanyak Indonesia.

“Jika kita bicara kebudayaan, seolah-olah kita bicara masa lalu, padahal kebudayaan juga adalah masa depan. Jepang dan Korea mampu mempopulerkan budayanya secara global meskipun jumlahnya lebih sedikit dari kita. Ini yang patut kita pelajari,” ungkap Ganjar.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Umar Wirahadikusumah mengungkapkan, bahwa saat ini kebudayaan jarang menjadi bahan diskusi, terutama di Lampung.

Ia mengajak seluruh elemen terkait menjadikan kebudayaan sebagai landasan kemajuan pembangunan daerah, sehingga hasilnya dapat terlihat secara nyata di lapangan.

Umar juga mendorong agar budaya Lampung terus dilestarikan, bahkan dapat tampil di panggung nasional maupun internasional.

Diskusi Kebudayaan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni tokoh budaya Lampung Anshori Djausal, tokoh adat Lampung Mawardi Harirama, dan Ketua Dewan Kesenian Lampung Satria Bangsawan, dengan moderator Edi Purwanto. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda