Dinkes Kota Gunungsitoli Galakkan Pelayanan Kesehatan Melalui Program Ini

528

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gunungsitoli galakkan pelayanan kesehatan melalui program inovasi safari kesehatan di desa-desa, Sabtu (27/7/2019).

Program inovasi safari kesehatan dalam wilayah Gunungsitoli ini sudah berjalan dari bulan Maret dan telah menyasar beberapa desa, antara lain Desa Bawodesolo, Desa Madolaoli, Desa Sihare’o II Tabaloho, Desa Simandraolo, Desa Sisarahili Sisambualahe, serta Desa Hilimbaruzo.

Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli melalui UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli telah menurunkan tenaga kesehatan sebanyak 14 orang yang terdiri dari dokter 2 orang, perawat 3 orang, bidan 3 orang, analis 1 orang, farmasi 1 orang, gizi 1 orang, petugas penyuluh 1 orang, petugas kesling (kesehatan lingkungan) 1 orang, dan petugas perkesmas 1 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Wilser Napitupulu menyampaikan, pelaksanaan kegiatan safari kesehatan ini dilaksanakan setiap bulannya dengan memprioritaskan desa terjauh dari puskesmas atau dari pusat Kota Gunungsitoli.

Lebih lanjut Wilser menerangkan, bahwa safari kesehatan itu merupakan program inovasi Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli. Kemudian, kata dia, baru Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli yang telah melaksanakannya.

“Safari kesehatan yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli adalah pelayanan lengkap, karena melibatkan seluruh item profesi dan upaya yang ada di puskesmas. Jadi tidak hanya terfokus pada pemeriksaan dan pelayanan klinis (pemeriksaan dokter) saja, namun upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan dan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk melihat sanitasi dan perilaku hidup sehat masyarakat,” terang Wilser.

Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Elvivian N. Zebua menjelaskan, bahwa layanan kesehatan yang diberikan yaitu pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, nifas, bayi, balita, usia produktif hingga lansia.

“Juga kita berikan layanan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan usia produktif (15-59 tahun) serta pemeriksaan kesehatan lansia,” kata Ephin. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda