Dihadapan Wartawan, Bupati Muchendi Ungkap Tekanan Fiskal OKI

3

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menggelar silaturahmi Ramadan bersama insan pers di Kabupaten OKI, Sabtu (14/3/2026).

Dalam suasana santai menjelang waktu berbuka puasa, perbincangan antara bupati dan para wartawan mengarah pada kondisi keuangan daerah serta anggaran kerja sama media.

Muchendi secara terbuka mengakui adanya tekanan fiskal yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten OKI. Menurut dia, dalam dua tahun terakhir kemampuan keuangan daerah mengalami penurunan cukup signifikan.

“Salah satu penyebabnya adalah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat yang memangkas anggaran hingga sekitar Rp241 miliar,” kata Muchendi.

Pemangkasan anggaran tersebut berdampak pada berbagai pos belanja daerah, termasuk anggaran media yang selama ini menjadi salah satu bentuk kerja sama pemerintah dengan pers.

Selain itu, Muchendi juga menyinggung persoalan klasik dalam struktur anggaran daerah, yakni besarnya belanja pegawai. Ia mengatakan pos belanja tersebut menyerap porsi anggaran cukup besar sehingga perlu dikelola secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko gagal bayar.

“THR PNS saja sempat menimbulkan kegaduhan. Apalagi kalau sampai gaji tertunda,” ujarnya.

Meski mengakui tekanan anggaran cukup berat, Muchendi menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya mencari ruang agar dukungan terhadap media tidak terhenti sepenuhnya. Namun demikian, ia belum dapat memastikan besaran maupun waktu pemulihan anggaran tersebut.

Dihadapan para wartawan, Muchendi juga menyampaikan bahwa dirinya masih mengandalkan media arus utama sebagai sumber informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan arus informasi di media sosial. Menurut dia, informasi yang berasal dari pemberitaan media biasanya telah melalui proses konfirmasi sehingga lebih utuh dan akurat.

“Beda dengan yang beredar di kalangan netizen. Pemberitaan jurnalistik lebih lengkap dan akurat,” katanya.

Pertemuan itu tidak sepenuhnya diisi dengan pembahasan serius. Menjelang azan Magrib, Muchendi melempar kuis berhadiah kepada para wartawan yang hadir. Ia bahkan mempersilakan para wartawan menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintahannya.

“Silakan yang ingin mengkritik. Yang paling kritis ada hadiahnya,” kata Muchendi, disambut tawa peserta.

Ia berharap pertemuan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadan semata. Muchendi menginginkan dialog antara pemerintah daerah dan insan pers dapat berlangsung lebih rutin sebagai ruang bertukar informasi sekaligus memperkuat kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda