Di Sintang Jumlah ODP Capai 300 Lebih

235

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, Med. PH menghadiri deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan di Desa Mensiap Baru Kecamatan Tempunak, Kamis (26/3/2020).

Desa Mensiap Baru merupakan desa ke-60 sebagai desa ODF di Kabupaten Sintang.

Bupati mengingat saat ini dunia sedang di landa wabah Corona Virus Disease (Covid-19), salah satunya di Indonesia. Untuk itulah Jarot mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat agar virus tersebut jangan sampai masuk ke Kabupaten Sintang. Dan ia juga meminta masyarakat untuk tidak panic, tapi tetap harus mewaspadainya.

“Yang penting untuk mecegah corona itu kita harus menjaga kebersihan badan kita, terutama tangan kita harus rutin dicuci, misal habis mengang benda apa, atau habis beraktivitas atau mau beraktivitas apa. Karena masuknya virus corona itu bisa dari mata, hidung, mulut, karena biasanya tangan kita yang megang indra-indra kita tadi tu,” ujar Jarot.

Untuk itulah, lanjut Jarot, dengannya adanya deklarasi ODF atau tidak buang air besar sembarangan adalah salah satu langkah untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena kalau kita melakukan tindakan buang air besar sembarangan itu, ketika kotoran yang kita buang dihinggapi lalat karena banyak kuman, kemudian lalat terbang kesana kemari, lalu hinggap dimakanan yang kita konsumsi, tertutama bagi anak-anak. Hal itu sangat berdampak besar bagi kesehatan, karena bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare, BAB lendir, tipes dan lainnya.

“Karena kalau lalat hinggap dimakanan itu, kumannya nempel dimakanan, lalu makanan itu dikonsumsi anak-anak, nanti ususnya sibuk bunuh kuman, ususnya pun jadi kaku, ndak bisa nyerap makanan yang bergizi, lalu timbulah segala macam penyakit tadi seperti diare, BAB lendir, tipes, bahkan menghambat pertumbuhan si anak, sehingga anak itu menjadi stunting,” jelas Jarot.

Untuk itulah, kata Jarot, kebersihan diri dan lingkungan harus di jaga, terlebih saat ini sedang mewabahnya Covid-19 atau corona virus di dunia. Kemudian, lanjut Jarot, kita harus menjaga badan agar tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan yang penuh gizi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan harus rutin. Selain itu juga, kata Jarot, harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti rumah-rumah ibadah itu harus rutin.

Jarot juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sintang saat ini belum ada ditemukan kasus Covid-19. Untuk itulah, pemkab terus berupaya melakukan pencegahan dan langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Namun yang harus diketahui masyarakat adalah, bahwa RSUD Ade M. Djoen Sintang merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah timur Kalbar. Sebab itulah, saat ini ada dua pasien dalam pengawasan yang dirawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang, rujukan dari kabupaten lain. Tetapi apakah pasien itu positif atau negatif Covid-19, hal itu belum diketahui, karena masih menunggu hasil tes spesimen dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) di Jakarta.

“Yang harus kita lakukan adalah jangan sampai corona masuk ke Kebupaten Sintang, kita sudah melakukan berbagai langkah, baik itu yang pulang dari Pontianak, luar Kalbar, bahkan luar negeri kita periksa, paling tidak selama 14 hari ada gejala atau tidak. Itulah yang di sebut dengan orang dalam pemantauan atau ODP. Jadi jangan heran kalau di Sintang itu jumlah ODP-nya sampai 300 lebih, karena kita wajibkan yang pulang ke Sintang itu melaporkan diri melalui tim posko Covid-19 Dinas Kesehatan Sintang,” kata Jarot

Sementara itu, Kepala Bappeda Sintang Kartiyus meminta masyarakat Desa Mensiap Baru harus menjaga statusnya, karena sudah menjadi desa ODF. Terlebih jika ada warga yang membangun rumah baru harus diwajibkan memiliki WC pribadi di rumah.

“Hari ini semua rumah sudah punya WC, tiba-tiba bulan depan ada warga bikin rumah baru tidak ada WC- nya itu tidak ODF namanya. Tolong pak kades diingatkan nanti kalau ada warga yang bikin rumah baru,” kata Kartiyus.

Kartiyus menyampaikan bahwa pihaknya dan Dinas Kesehatan mempelajari bahwa desa-desa dan kecamatan yang paling tinggi stuntinya selalu berhubungan atau korelasinya sangat besar dengan ketiadaan WC di desa atau kecamatan.

“Makin tinggi suatu desa warganya tidak punya WC, makin tinggi tingkat angka stuntingnya, oleh karenanya kenapa deklarasi ODF ini penting, hal itu guna mencegah stunting di desa-desa,” ujar Kartiyus.

Kartiyus mengatakan berdasarkan data Bapppeda Sintang yang dimulai sejak kampanye stunting sejak 2018 baru 9 desa yang sudah ODF, dan sampai 2020 ini sudah 60 desa ODF dimana hari ini Desa Mensiap Baru.

“Paling tidak pada tahun ini kita target mencapai angka 150 desa ODF dari 391 desa dan 16 kelurahan, mudah-mudahan bisa terkejar, apalagi Kepala Dinas Pemdes meminta apabila desa mengajukan APBDes-nya tidak menganggarkan untuk pencegahan stunting. Contohnya untuk bikin jamban sehat,” terang Kartiyus.

Sebelum kegiatan ODF dimulai, Tim Tanggap Covid-19 UPTD Puskesmas Tempunak melakukan tindakan skrining kesehatan seperti penggunaan hand sanitizer dan pengecekan suhu badan. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda