Dampak Corona, Okupansi Hotel Sumsel Hanya 30 Persen

308

PALEMBANG, BERITAANDA – Penyebaran virus corona sejak awal tahun ini memukul industri pariwisata, karena banyak negara yang memberlakukan larangan perjalanan. Imbasnya kunjungan wisatawan juga turun, yang berdampak pada sepinya tingkat hunian hotel atau okupansi yang turun serta hanya tersisa 25-30 persen.

Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin mengatakan, pariwisata Sumsel ikut terdampak efek corona, meski Sumsel bukan daerah yang hidup mengandalkan pariwisata. Hal ini karena kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah membuat banyak masyarakat membatalkan kegiatan dinas dan instansi pemerintah hingga perusahaan yang semula telah menjadwalkan rapat dan perjalanan dinas juga membatalkan semua agendanya.

“Sekarang okupansi hanya 25-30 persen saja, dan sejumlah pekerja mulai dirumahkan,” ujarnya, Kamis (26/3/2020).

Kegiatan mengundang keramaian juga distop, misalnya wedding, seminar, arisan, ulang tahun, syukuran, wisuda dan event lainnya juga distop, sehingga nyaris tidak ada kegiatan lagi.

Herlan mengatakan, sebelum corona memperpanjang deretan sepi okupansi karena awal tahun memang musim sepi kunjungan, sebab angaran pemerintah belum turun.

“Saat anggaran turun bertepatan dengan Ramadhan, sehingga kunjungan hotel juga sepi, tapi efek corona ini tidak bisa diprediksi sampai kapan,” tegas dia.

Dia berharap wabah corona segera berlalu, karena jika tidak akan semakin banyak usaha jasa ini terpukul.

Untuk mendukung agar okupansi terjaa sepanjang tahun, PHRI mengeluarkan kartu Super Sumsel yang menggandeng 300 merchant baik hotel, restoran, tempat hiburan, dan lainnya yang menawarkan sejumlah diskon sehingga bisa berwisata dengan hemat. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda