Cegah PMK, Ini yang Dilakukan Pemprov Lampung

47

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Arinal Djunaidi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi membuka bimbingan teknis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Hotel Sheraton, Selasa (6/9/2022).

Kusnardi saat menyampaikan sambutan Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Satgas PMK Pusat yang telah memfasilitasi pelaksanaan bimbingan teknis penanganan PMK guna menyelaraskan langkah dalam pelaksanaan pengendalian PMK di Provinsi Lampung.

Kusnardi juga mengatakan bahwa tujuan pembangunan peternakan Lampung untuk menjadi salah satu lumbung ternak nasional menghadapi tantangan dengan adanya wabah PMK, dimana Lampung termasuk daerah yang terdampak.

“Dengan 12 kabupaten telah terkonfirmasi positif PMK di 35 kecamatan dan 62 desa dengan jumlah kasus per 04 September 2022, total kasus 1.978 ekor, sembuh 1.816 ekor (91,8%), belum sembuh 39 ekor (Kabupaten Pesisir Barat),” jelas dia.

“Pemerintah Provinsi Lampung dengan 15 kabupaten/kota telah bekerja keras untuk mencapai zero case (kasus 0) dengan melaksanakan langkah-langkah penanganan teknis secara menyeluruh seperti, pengobatan hewan sakit; pengetatan lalu lintas ternak, peningkatan biosecurity dengan desinfeksi kandang serta KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) pada masyarakat mengenai PMK, serta melaksanakan potong paksa untuk menekan penyebaran penyakit,” tambah dia.

Kusnardi menambahkan bahwa saat ini program penanganan PMK yang sedang berjalan yakni vaksinasi pada hewan sapi dan kerbau di 15 kabupaten/kota.

“Total vaksin yang telah diterima oleh Provinsi Lampung 308.000 dosis. Vaksin tersebut sudah terdistribusi ke kabupaten/kota sebanyak 188.000 dosis dengan realisasi per 04 September 2022 sebanyak 148.335 atau sebanyak 78,90%, serta sisa sebanyak 120.000 dosis yang saat ini masih dalam proses pendistribusian,” jelasnya.

Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian RI sangat konsen dengan penanganan PMK di Provinsi Lampung. Dikarenakan Lampung merupakan salah satu provinsi dengan kasus PMK rendah yang terlaporkan dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dan termasuk 5 besar lumbung ternak nasional yang mensuplay ternak untuk Jabodetabek dan sebagian besar wilayah Sumatera.

Diakhir sambutannya, Kusnardi juga menyampaikan harapannya agar dengan adanya bimtek ini ada keselarasan langkah, bantuan dan dukungan antara satgas pusat, satgas provinsi dan kabupaten/kota serta stakeholder terkait dalam penanganan, pengendalian serta pencegahan PMK di Provinsi Lampung. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda