Cagah Penyebaran Covid-19, Masyarakat Sekadau ‘Bepantang dan Tolak Bala’

696
Kondisi rumah dan pertokoan di simpang empat Kayu Lapis Dusun Gonis Butun Desa Gonis Tekam yang sedang menjalankan ritual adat bepantang dan tolak bala mulai Ahad (29/3/2020) pagi. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Selain Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), masyarakat juga berupaya melakukan berbagai kegiatan guna menangkal virus asal Wuhan China ini.

Di Ahad (29/3/2020) pagi, kawasan jalur sutra Sekadau – Sintang di Dusun Gonis Butun Desa Gonis Tekam Sekadau Hilir tampak lengang. Aktifitas yang biasanya ramai lancar di hari Ahad ditiadakan.

Perubahan suasana tersebut dilakukan masyarakat setempat dalam rangka menjalankan ritual tolak bala dan pantangan secara adat, dalam usaha mencegah penyebaran wabah corona.

Kawasan ini seketika sejak pagi hari, seperti daerah tak berpenghuni. Rumah – rumah warga dan aktifitas pertokoan tutup hingga sunyi senyap. Hanya aktifitas lalu lalang kendaraan roda dua dan empat dari arah Sintang menuju Sekadau dan sebaliknya yang masih terlihat.

“Sedang menjalankan adat bepantang, tolak bala,” ujar Erik saat ditanya BERITAANDA mengenai situasi saat ini via pesan singkat WhatsAap, Ahad (29/3/2020).

Rencananya, ritual ini akan dilaksanakan selama 3 hari. Namun untuk 2 hari selanjutnya, (Senin dan Selasa), rumah serta aktifitas perekonomian diperbolehkan dibuka. Tetapi pada sore jelang malam masyarakat kembali menjalankan ritual berdiam diri di rumah serta menutup aktifitas perekonomian.

“Masyarakat disini dilarang dulu menerima tamu sampai selesai masa bepantang, masyarakat dari luar juga diharapkan tidak singgah dulu di daerah sini,” tambahnya.

Selain Dusun Gonis Butun, ritual adat bepantang dan tolak balak juga dilaksanakan masyarakat Desa Selalong Sekadau Hilir. Serta sebelumnya beberapa yang hari lalu, ada beberapa dusun dan desa juga telah melaksanakan ritual bepantang maupun tolak balak.

Untuk kawasan Pasar Sekadau sampai dengan Ahad siang, juga terlihat lengang. Aktifitas perekonomian yang biasanya ramai kini drastis berubah sepi.

Tak hanya itu, pelaksanaan ibadah sholat Jumat di beberapa masjid dalam Kota Sekadau beberapa hari lalu juga ditiadakan, sesuai imbauan MUI Provinsi Kalbar untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sementara di hari Ahad ini, aktifitas misa umat kristiani di beberapa gereja juga ditiadakan, namun tetap melaksanakan ibadah melalui media sosial di rumah masing – masing. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda