Bupati Tubaba Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir dan Perubahan Pola Pikir Masyarakat

7

TULANG BAWANG BARAT, BERITAANDA – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, dengan menitikberatkan pada perubahan pola pikir masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri audiensi dan rapat koordinasi pengelolaan serta pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (10/4/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup/Sekretaris Utama Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati.

Program PSEL merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang bertujuan mengatasi persoalan darurat sampah perkotaan melalui teknologi Waste to Energy (WtE). Pemerintah menargetkan groundbreaking di 29 lokasi di Indonesia pada April 2026.

Dalam paparannya, Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan karakteristik pengelolaan sampah yang berbeda di setiap daerah.

Ia juga mengapresiasi komitmen para kepala daerah dalam mendukung pengelolaan sampah.

“Saya optimis melihat komitmen para bupati dan wali kota untuk bersama-sama meningkatkan pengelolaan sampah di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), termasuk memperkuat pengelolaan dari hulu. Pendanaan pengelolaan sampah pun tidak harus bergantung pada APBD, melainkan dapat didukung melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Selain itu, keterlibatan sektor swasta melalui program CSR dinilai penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Rosa Vivien juga mengungkapkan bahwa masih terdapat daerah yang menggunakan sistem open dumping di TPA, meskipun sebagian telah beralih ke sistem controlled landfill. Ia berharap daerah yang masih menerapkan open dumping dapat segera meningkatkan sistem pengelolaannya secara bertahap.

“Kami memahami keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pengembangan PSEL. Namun dengan sinergi bersama, kami optimis pengelolaan sampah berkelanjutan dapat terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan bahwa perubahan pola pikir masyarakat merupakan kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Jika hanya berfokus pada TPA, maka persoalan tidak akan selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam satu tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Tubaba telah membentuk bank sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Selain itu, Pemkab Tubaba juga menerapkan budaya bersih di lingkungan pemerintahan dan pendidikan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan melaksanakan kegiatan bersih-bersih selama 30 menit sebelum memulai aktivitas kerja.

Kebijakan serupa juga diterapkan di sekolah, dimana siswa diwajibkan melakukan kegiatan kebersihan sebelum proses belajar mengajar dimulai. Bahkan, dalam setiap kegiatan pengajian, masyarakat dianjurkan membawa kantong sampah sendiri untuk menampung sampah yang dihasilkan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Wawan)

Bagaimana Menurut Anda