Bupati Tapsel Gelar Buka Puasa Bersama, Dorong Penguatan Zakat dan Pemulihan Pasca Bencana

13

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menggelar acara buka puasa bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rektor perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, serta instansi vertikal di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Syahrun Nur pada Senin (16/3/2026) tersebut, menjadi ajang mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Dalam arahannya, Gus Irawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menuntaskan rangkaian Safari Ramadan diseluruh 15 kecamatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, organisasi, dan lembaga yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Tapanuli Selatan dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu, termasuk Baznas dan berbagai organisasi yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun melalui Baznas sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak. Bahkan, Baznas RI turut membangun 120 unit hunian tetap (huntap) lengkap dengan masjid di kawasan Aek Latong, Sipirok.

Selain pembangunan hunian, Baznas juga didorong untuk berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat, seperti pemanfaatan lahan untuk budidaya jagung serta pengembangan kolam perikanan. Menurutnya, kondisi masyarakat terdampak bencana kini terus membaik.

“Alhamdulillah, saat ini seluruh korban bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pos pengungsian. Mereka telah menempati hunian sementara, bahkan sebagian sudah tinggal di hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.

Gus Irawan juga menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar jika dikelola secara optimal.

“Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Ini adalah salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak boleh ada yang hidup berlebihan sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan,” tegasnya.

Di Tapanuli Selatan, lanjutnya, telah lama diterapkan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disalurkan melalui Baznas.

Namun demikian, ia mengakui bahwa dampak bencana turut mempengaruhi perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan sempat mengalami perlambatan.

“Pada triwulan ketiga tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kita masih di atas lima persen. Namun, pada triwulan keempat, karena bencana 25 November 2025 lalu, pertumbuhan sempat turun menjadi 2,39 persen. Syukurnya, secara keseluruhan masih berada di angka sekitar 4,39 persen,” jelasnya.

Selain itu, lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami gagal panen akibat bencana tersebut. Karena itu, ia berharap program zakat produktif dapat terus diperkuat untuk mendorong para mustahik bertransformasi menjadi muzakki.

“Kita ingin para mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Tapanuli Selatan memiliki nilai kebersamaan yang kuat melalui falsafah Dalihan Natolu, yang diyakini menjadi modal sosial penting untuk bangkit lebih cepat dari berbagai tantangan.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Tapanuli Selatan, Asef Syafa’at Siregar, memaparkan capaian program sejak dilantik pada 22 Oktober 2025.

Dalam kurun waktu sekitar lima bulan, Baznas telah menyalurkan zakat produktif sebesar Rp286.305.000 kepada 71 mustahik, serta zakat konsumtif sebesar Rp53.200.000 kepada 152 mustahik di 15 kecamatan.

Selain itu, disalurkan pula zakat fitrah sebanyak 350 karung beras, bantuan perlengkapan untuk 30 masjid, serta bantuan bencana alam mencapai Rp582.675.500, ditambah dukungan pembangunan hunian sekitar Rp80 juta.

Ia menegaskan komitmen Baznas untuk menyalurkan zakat secara transparan, tepat guna, dan tepat sasaran, serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar berkenan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, telah memberikan teladan dengan menyalurkan zakat melalui Baznas RI.

Acara kemudian diisi dengan tausiyah oleh Ahmad Siregar yang mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadan.

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai instansi vertikal lainnya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda