Bupati OKI: Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Mengawali tahun kedua masa kepemimpinannya, Bupati OKI Muchendi Mahzareki merombak kabinetnya. Sebanyak 115 aparatur sipil negara (ASN) dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) II Setda Kabupaten OKI, Selasa (3/3/2026) mulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Terkait perombakan tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKI, Antonius Leonardo menjelaskan, bahwa 115 ASN itu terdiri atas 4 pejabat pimpinan tinggi pratama, 108 pejabat administrasi, serta 3 pejabat fungsional.

“Seluruh pengangkatan, rotasi, dan perpindahan jabatan yang dilaksanakan hari ini telah terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara sebagai persyaratan wajib sebelum dilakukan penetapan jabatan oleh Bupati OKI,” jelasnya.

Khusus untuk pejabat pimpinan tinggi pratama, lanjut dia, pejabat yang dilantik merupakan hasil penilaian seleksi melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi yang dilaksanakan secara objektif serta berbasis sistem merit.

“Adapun pengangkatan dan rotasi pejabat administrasi dilaksanakan dalam rangka mengisi jabatan-jabatan yang lowong serta memenuhi kebutuhan organisasi guna menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu pengangkatan melalui perpindahan dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional, lanjut dia, diberikan kepada pegawai yang telah mengikuti dan lulus uji kompetensi serta dinyatakan layak untuk menduduki jabatan tersebut berdasarkan sertifikat yang diperoleh.

Usai melantik dan mengambil sumpah jabatan 115 ASN, Bupati menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat yang baru diberikan amanah dan dilantik pada kesempatan tersebut.

“Jabatan ini bukan hadiah. Jabatan ini adalah amanah yang harus bapak dan ibu jalankan sebaik-baiknya serta dipertanggungjawabkan sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan,” pesan Bupati.

Penempatan pejabat, kata dia, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan karena kedekatan personal.

“Saya tidak mengenal Saudara satu per satu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan penilaian dan kinerja Saudara,” ujar Muchendi.

Rotasi, lanjut Muchendi, merupakan mekanisme yang lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik. Ia memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut.

“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati dalam masa jabatan kami. Semua ada tempatnya. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” ujarnya.

Bupati juga menyinggung praktik patronase politik yang harus ditinggalkan. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, dan manajemen talenta.

Muchendi juga mengingatkan para pejabat agar menjaga integritas serta tidak memanipulasi data.

“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.

Selain integritas, ia menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap digitalisasi, serta kepatuhan terhadap regulasi dan etika pelayanan publik. Para pejabat diminta menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, serta membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui pendekatan kepemimpinan yang terbuka.

“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan yang jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda