Bupati Nias Buka Secara Resmi Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten

20

NIAS-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Nias buka secara resmi pelaksanaan rembuk stunting tingkat Kabupaten Nias tahun 2022, bertempat di Gedung Serba Guna Howu-Howu Kecamatan Gido, Selasa (19/4).

Kepala Bappedalitbang Jellysman B. Geya SSTP M.Si menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dalam menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, membangun komitmen publik dalam pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Nias.

Bupati Nias Yaatulo Gulo SE SH M.Si mengatakan bahwa stunting pada saat ini merupakan masalah nasional yang mendapat prioritas utama, karena ini terjadi akibat kurangnya gizi dalam waktu yang lama yang terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak atau umur 2 tahun (1.000 hari pertama kehidupan), sehingga menimbulkan gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) hingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan berpikir.

“Upaya penanggulangan stunting dilakukan melalui perbaikan pola asuh, perbaikan pola makan serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi dengan fokus pada remaja dan ibu hamil sebagai upaya pencegahannya. Untuk itu diharapkan agar dilakukan edukasi kepada masyarakat, adanya pemilihan nutrisi yang baik serta penyediaan akses sarana dan prasarana kebersihan dan kesehatan yang merata di seluruh desa se-Kabupaten Nias,” tegas Bupati Nias.

Lanjutnya, penanggulangan stunting tidak akan berjalan optimal jika hanya dilaksanakan oleh pemerintah daerah, namun perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, dunia usaha dan lintas sektor melalui pendekatan holistik, integrasi, tematik dan spatial.

“Upaya penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Nias telah berjalan baik hingga saat ini. Hal ini dibuktikan dengan capaian pada tahun 2021 sebesar 30,32%, dimana adanya keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Nias bila dibandingkan tahun 2020 sebesar 33,77%,” ungkap Bupati Nias.

Berdasarkan analisa situasi dan tabulasi data, telah ditetapkan 40 (empat puluh) desa lokus stunting di Kabupaten Nias pada tahun 2022:

  1. Kepada seluruh perangkat kecamatan dan desa yang menjadi lokus stunting berkomitmen untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan desa.
  2. Kepada kepala desa, diharapkan agar memprogramkan dan menganggarkan dalam APBDes setiap tahun kegiatan pencegahan dan penurunan stunting di desanya masing-masing.
  3. Pemanfaatan dana desa secara tepat dengan melakukan kegiatan konvergensi pencegahan stunting di internal desa maupun antar desa menjadi salah satu prioritas pembangunan desa dan dilaksanakan secara partisipatif, transparan dan akuntabel.
  4. Pelaksanaan percepatan dan penanggulangan stunting di desa harus memastikan setiap sasaran prioritas penerima manfaat tepat sasaran, menyiapkan kader pembangunan manusia (KPM), pendampingan program keluarga harapan (PKH), koordinasi petugas puskesmas, bidan desa, Tim Penggerak PKK dan petugas keluarga berencana.
  5. Pemerintah desa harus melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada seluruh sasaran prioritas serta melakukan pendataan/pemutakhiran data cakupan intervensi secara rutin.

“Diharapkan kepada perangkat daerah terkait untuk menyusun program kerja, sasaran dan langkah konkrit yang terintegrasi, melakukan inovasi serta terobosan yang berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Nias melalui kegiatan strategis, melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi,” pungkas dia. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda