Bupati Muara Enim Komitmen Tuntaskan RDTR untuk Dorong Investasi

46

MUARA ENIM, BERITAANDA – Bupati Muara Enim H. Edison SH M.Hum menghadiri rapat bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (9/10/2025).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Edison menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai upaya mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Muara Enim.

Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait RDTR, yakni untuk kawasan perkotaan dan industri Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, kawasan perkotaan Semende Darat Laut (SDL), kawasan perkotaan Lubai Ulu, dan kawasan Empat Petulai Dangku (EPL). Seluruh RDTR tersebut telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Selain itu, Bupati juga memaparkan progres penyusunan RDTR di beberapa kecamatan lainnya, yaitu Kawasan Perkotaan Rambang, Gelumbang, Lembak, dan Belimbing, yang saat ini telah memasuki tahap penyusunan dokumen teknis.

Sementara itu, terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Muara Enim tahun 2018–2038, yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018, saat ini sedang dilakukan proses revisi. Dokumen revisi RTRW tersebut telah diajukan ke DPRD Kabupaten Muara Enim untuk pembahasan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Bupati Edison menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim kini fokus pada percepatan pengadaan lahan untuk pembangunan lima jembatan layang, masing-masing berlokasi di Simpang Belimbing, Ujan Mas, Gunung Megang 1, Gunung Megang 2, dan Muara Enim. Adapun total kebutuhan lahan untuk proyek tersebut mencapai 86.076 meter persegi.

Melalui pertemuan ini, Bupati berharap dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN guna mempercepat proses pengadaan lahan, sehingga pelaksanaan pembangunan tidak mengalami hambatan dan dapat diselesaikan sesuai jadwal. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda