Bupati Jarot Ingin Sintang Bisa Andalkan Ekonomi Kreatif

164

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kabupaten Sintang tahun 2020 yang dilaksanakan di gedung Pancasila Sintang, Jumat (20/3/2020).

Dalam kegiatan musrenbang tingkat Kabupaten Sintang tahun 2020 tersebut, membahas tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020. Turut hadir Kapolres, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan OPD Sintang, dan seluruh peserta musrenbang.

Dalam pemaparannya, Bupati mengatakan bahwa jelang akhir masa jabatannya akan melaksanakan pemantapan program pembangunan.

“Ini adalah perencanaan untuk di tahun 2021, tahapannya seperti ini, saya dengan Pak Wakil Bupati sudah memasuki periode terakhir untuk tahapan RPJMN, sehingga hal ini kita sebut dengan tahapan pemantapan. Artinya adalah kita hanya tinggal memantapkan apa yang sudah kita capai selama ini dalam berbagai bidang apapun,” katanya.

Kemudian, lanjut Jarot, bahwa di dalam menyelenggarakan kegiatan program pembangunan harus selalu mengingat komitmen global dan mengacu kepada lima program prioritas presiden.

“Sebagai acuan di Kabupaten Sintang itu adalah RPJMD Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020-2024. Itu akan menjadi acuan kita kedepannya, maka dari itu tema kita masih soal isu infrastruktur dasar, karena infrastruktur dasar banyak berdampak pada ekonomi di Kabupaten Sintang,” tambahnya.

Jarot juga menjelaskan bahwa di Sintang angka kemiskinan masih tinggi, walau sudah turun satu digit. Dan juga Sintang merupakan kota inflasi kedua.

“Pertama, angka kemiskinan kita sudah turun 1 digit dari awalnya 10,7 persen, 10,2 persen, 10,35 persen, tetapi di tahun 2019 kita sudah turun 1 digit menjadi 9,65 persen, tetapi ini masih tinggi sekitar 40 ribu masyarakat yang miskin. Kemudian terkait kota inflasi, Sintang ini menjadi kota terinflasi kedua dari 90 kota se-Indonesia, hal ini mengacu kepada sembilan bahan pokok yang berkontribusi besar terhadap inflasi di Kota Sintang,” jelasnya.

Jarot menambahkan selain permasalahan kemiskinan, angka rata-rata lama belajar di Sintang juga masih rendah.

“Tolak ukur kemiskinan di Sintang itu setiap orang harus berpenghasilan Rp556.000 / bulan, kalau di atas itu tidak miskin. Alasan kenapa tinggi, karena faktor kegawatdaruratan infrastruktur masih menjadi masalah di Kabupaten Sintang. Kemudian juga hal itu berpengaruh terhadap rata-rata lama sekolah di Sintang yang masih sekitar 6,9 tahun,” tambahnya.

Jarot mengimbau agar kedepannya Sintang bisa mengandalkan ekonomi kreatif

“Selama ini kita selalu mengandalkan ekonomi ekstraktif, yakni mengandalkan perkebunan yang mengeksploitasi sumber daya alam yang besar seperti sawit, karet, serta lada. Kita harus buat terobosan dalam hidup untuk mengandalkan ekonomi kreatif, seperti menanam daun sekubak, kopi, teh, dan hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Semua itu kita kembangkan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pemerintahan yang terbuka demi menuju Sintang yang berkelanjutan,” himbaunya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang Deddy Irawan menjelaskan tujuan diselenggarakan musyarawah perencaan pembangunan Kabupaten Sintang tersebut.

“Tujuannya itu adalah untuk menyamakan serta mensinkronkan berbagai aspirasi kebutuhan dan program serta kegiatan pemangku kepentingan yang berpedoman kepada ketentuan yang berlaku, serta melaksanakan perencanaan pembangunan partisipatif yang dimulai dari musrenbang tingkat desa / kelurahan, kecamatan, forum OPD, dan musrenbang tingkat kabupaten,” jelas Deddy.

Deddy memaparkan mekanisme yang dilaksanakan pada saat musrenbang.

“Mekanismenya itu dilakukan pemaparan RKPD Kabupaten Sintang tahun 2021, kemudian pemaparan rancangan RKPD hasil forum organisasi perangkat daerah dan kesepakatan rekapitulasi hasil forum OPD yang dituangkan di dalam berita acara hasil musrenbang Kabupaten Sintang tahun 2020,” jelasnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda