Bunda PAUD Lampung Buka Rakerwil II Himpaudi 2025

29

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulansari Mirza, secara resmi membuka rapat kerja wilayah (rakerwil) II Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Lampung tahun 2025 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini mengusung tema ‘Penguatan Peran Himpaudi dalam Meningkatkan Mutu Layanan PAUD yang Berkarakter dan Berdaya Saing’.

Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Provinsi Lampung, Drs. Istihana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya rakerwil II yang dihadiri perwakilan dari seluruh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas terselenggaranya kegiatan yang penting ini. Rakerwil adalah momentum untuk memperkuat sinergi dan menyusun strategi organisasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Istihana menambahkan, kehadiran langsung Bunda PAUD Provinsi Lampung dan Ketua Umum PP Himpaudi, Dr. Betty Nuraini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Himpaudi Lampung.

“Ini istimewa bagi kami, karena jarang sekali kegiatan daerah dihadiri langsung oleh pengurus pusat. Kali ini, tiga orang dari PP Himpaudi hadir di Lampung, bukti perhatian luar biasa bagi kita semua,” tambahnya.

Rakerwil II diikuti 73 peserta dari seluruh kabupaten/kota dengan semangat bersama untuk membangun pendidikan anak usia dini yang inklusif dan bermutu.

“Semoga hasil rakerwil ini menjadi pijakan kuat bagi Himpaudi Lampung dalam mewujudkan PAUD berkualitas menuju pendidikan bermutu untuk semua. Mari jalankan roda organisasi dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kebersamaan. Semoga Allah memberi ridha dalam setiap langkah pengabdian kita,” tutup Istihana.

Menindaklanjuti sambutan Ketua PW Himpaudi, Bunda PAUD Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza menegaskan pentingnya peran Himpaudi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkarakter dan berdaya saing.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pembentukan karakter, nilai, dan keterampilan hidup. Karena itu, mutu layanan PAUD harus terus ditingkatkan agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi untuk memperluas akses serta meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh kabupaten/kota. Bunda PAUD juga mendorong Himpaudi terus berinovasi dalam metode pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan anak.

Rakerwil II Himpaudi diharapkan menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja yang berdampak nyata terhadap peningkatan kompetensi pendidik PAUD serta penguatan kelembagaan Himpaudi di tingkat daerah. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda