LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Keberanian tiga siswa SMPN Satu Atap (Satap) 2 Kalianda menyampaikan aspirasi secara langsung dalam forum resmi pemerintah berbuah apresiasi.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan tabungan pendidikan kepada ketiganya sebagai bentuk penghargaan atas keberanian mereka menyuarakan kebutuhan sekolah, terutama terkait belum tersedianya perpustakaan serta kondisi jalan menuju sekolah yang mengalami kerusakan.
Ketiga siswa tersebut adalah Ridwan Saputra yang merupakan putra Sahpri dan Asnawati, kemudian Putri Yanitasari yang merupakan putri Kuswandi dan Dewi Haryati, serta Agil Jerfi Nugroho yang merupakan putra Nurhadi dan Riyanti.
Mereka menyampaikan aspirasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalianda untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, yang digelar di Kantor Kecamatan Kalianda, Kamis (12/2/2026).
Aspirasi para pelajar itu langsung mendapat perhatian Bupati Egi. Penyampaian mereka dinilai istimewa karena dilakukan dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Lampung, dan Bahasa Inggris.
Bupati Egi mengaku bangga atas keberanian generasi muda Lampung Selatan yang tampil dan berbicara di ruang publik serta forum pemerintahan. Menurutnya, partisipasi pelajar menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap proses pembangunan daerah.
“Jalannya rusak nanti dicek dulu oleh Dinas PU, khususnya akses menuju SMPN Satap 2 Kalianda. Saya senang melihat masyarakat Lampung Selatan sekarang. Nanti saya berikan tabungan pendidikan. Tolong diminta data-datanya. Ini bentuk apresiasi karena sudah berani berbicara menggunakan bahasa Inggris dan Bahasa Lampung,” ujar Egi.
Selain memberikan apresiasi, Bupati Egi menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah dan pemenuhan fasilitas pendidikan yang masih terbatas.
Pemberian tabungan pendidikan tersebut diharapkan dapat memotivasi para pelajar untuk terus berprestasi, berani menyampaikan gagasan secara santun, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan di lingkungan sekitarnya.
Momentum ini juga mencerminkan semakin terbukanya ruang partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan. (Kmf)




























