Antisipasi Gangguan Mobilitas Saat Puncak Musim Hujan dan Ramadan, Pemprov Lampung Tutup Jalan Berlubang

2

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menangani kerusakan jalan guna mengantisipasi terganggunya mobilitas masyarakat pada puncak musim hujan dan menjelang bulan suci Ramadan.

Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, perbaikan dilakukan secara serentak berupa penutupan jalan berlubang, pembersihan drainase dan bahu jalan, pengangkatan sedimen, serta penanganan longsor di berbagai wilayah.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar, khususnya dalam menyambut Ramadan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada sejumlah ruas strategis, antara lain Ruas Kali Rejo – Bangun Rejo, Ruas Metro – Kota Gajah, Ruas Kotabumi – Bandar Abung, Ruas Daya Murni – Gunung Batin, serta sejumlah ruas lainnya sesuai wilayah kerja masing-masing UPTD.

Di wilayah Kotabumi, khususnya ruas Bandar Abung, sejumlah alat berat telah ditempatkan untuk membersihkan aliran air di sisi bahu jalan. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan genangan agar kerusakan jalan tidak semakin parah sebelum dilanjutkan dengan proses penimbunan.

Sementara itu, pada ruas Metro – Kota Gajah dilakukan pengerukan saluran air di bahu jalan untuk menjaga kelancaran aliran dan mencegah genangan. Penanganan serupa juga dilakukan di ruas Daya Murni – Gunung Batin melalui penimbunan jalan serta pengerukan drainase.

Di ruas Kali Rejo – Bangun Rejo, petugas melakukan pengerukan saluran air dan penimbunan jalan berlubang agar tetap aman dilalui kendaraan masyarakat.

Selain perbaikan darurat dan preventif tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mempersiapkan program perbaikan jalan yang lebih besar dan menyeluruh terhadap 62 ruas jalan provinsi. Program ini direncanakan dimulai lebih awal dari biasanya, yakni pada Maret 2026.

Percepatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan, mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan infrastruktur jalan tetap layak fungsi, serta mendukung aktivitas warga, khususnya pada masa rawan cuaca ekstrem dan menjelang Ramadan. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda