Adakan Pasar Murah, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

17

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar operasi pasar murah sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kayuagung. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta mempertahankan daya beli masyarakat, Kamis (22/10/2026).

Dalam operasi pasar murah tersebut, sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dari harga normal melalui subsidi pemerintah. Komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, daging ayam, telur, hingga ikan lele dan patin.

Sekretaris Daerah OKI Ir. Asmar Wijaya M.Si mengatakan, operasi pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah dinamika harga pangan.

“Operasi pasar murah ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah,” kata Asmar.

Adapun tujuh kelompok komoditas pangan yang dijual dengan harga subsidi terdiri atas minyak goreng Minyakita seharga Rp11.500 per liter, turun dari harga normal Rp15.500. Beras SPHP dijual Rp53.000 dari harga normal Rp58.000.

Selanjutnya, cabai merah dijual Rp62.000 dari harga normal Rp70.000, bawang merah Rp22.000 dari Rp30.000, daging ayam ras Rp36.000 dari Rp40.000, serta telur ayam ras Rp21.000 dari Rp24.000.

Sementara itu, ikan lele dan patin ditawarkan seharga Rp20.000, lebih rendah dibandingkan harga normal Rp30.000.

Asmar menegaskan, pengendalian inflasi tidak semata-mata berorientasi pada angka statistik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Pemkab OKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok. Pemerintah juga mengingatkan agar tidak terjadi penimbunan maupun praktik permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, ini tentang menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah bersama TPID akan terus mengawasi distribusi dan harga. Tidak boleh ada penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain menggelar operasi pasar murah, Dinas Perdagangan OKI bersama pihak terkait melakukan sidak pasar dan meninjau los ayam di Pasar Kayuagung. Pemantauan ini mencakup perkembangan harga, ketersediaan stok, kualitas barang, serta kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang penting.

Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sahrul mengatakan, petugas juga berdialog langsung dengan pedagang untuk memperoleh informasi mengenai harga beli dan harga jual, asal pasokan, serta kendala yang dihadapi dalam aktivitas perdagangan.

“Sidak pasar bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan harga, ketersediaan stok, kualitas barang, serta kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang penting,” kata Sahrul.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian harga selanjutnya.

Peninjauan los ayam juga dilakukan untuk memeriksa kondisi sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, sanitasi, saluran pembuangan, serta kelayakan tempat berjualan. Selain itu, petugas memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga daging ayam di tingkat pedagang.

Sahrul menambahkan, operasi pasar murah tersebut dilaksanakan Pemkab OKI bersama TPID dan Bank Sumsel Babel sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Hasil sidak dan peninjauan pasar selanjutnya diharapkan menjadi dasar koordinasi antara pemerintah daerah, pedagang, distributor, pengelola pasar, serta perangkat daerah terkait dalam menjaga kelancaran distribusi dan kestabilan harga.

Melalui operasi pasar murah dan sidak tersebut, Pemkab OKI berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Upaya ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya aktivitas perdagangan yang tertib, bersih, nyaman, dan transparan di Pasar Kayuagung. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda