100 Prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir Dilibatkan dalam Aksi Donor Darah

101

PESAWARAN-LAMPUNG, BERITAANDA – Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, Batalyon Infanteri 7 Marinir satuan di jajaran Brigif 4 Marinir/BS menunjukkan solidaritas kepedulian sosial dengan melaksanakan donor darah guna mengantisipasi kebutuhan maupun kekurangan persediaan darah untuk masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Mako Batalyon Infanteri 7 Marinir Ketapang Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Rabu (13/5/2020).

Sesuai arahan Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Nawawi SE MM, agar Batalyon Infanteri 7 Marinir mengadakan kegiatan donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah di masa pandemi virus Covid-19 saat ini.

Pada kesempatan ini, Batalyon Infanteri 7 Marinir bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung dan Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dengan mengangkat tema ‘Marinir Peduli Marinir Berbagi Peduli Covid-19’.

Dalam sambutannya, Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Marinir Budi Wijani, M.Tr. Hanla menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program Korps Marinir yang telah dicanangkan oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han), yaitu ‘Marinir Peduli Marinir Berbagi’.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan rekan-rekan tim donor darah dari PMI Bandar Lampung dan UTI yang telah bersedia hadir di Batalyon Infanteri 7 Marinir.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini akan dapat membantu meringankan beban masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Lampung terutama yang membutuhkan darah,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, donor darah dilakukan juga dalam upaya membantu program pemerintah dalam rangka menyiapkan cadangan darah dan mengantisipasi kelangkaan persediaan darah di wilayah lingkup Batalyon Infanteri 7 Marinir, terutama di Provinsi Lampung.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, prajurit Marinir tidak gentar dan rela mendonorkan darahnya, sebab prajurit selalu siap untuk berjuang demi kemanusiaan. Apalagi masyarakat membutuhkan. Jadi prajurit sudah diperhitungkan dalam situasional terburuk sekalipun dengan tetap patuh terhadap anjuran protokoler kesehatan demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas dia.

Sebayak 100 prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir dilibatkan dalam kegiatan ini. “Jadi apa yang telah kita lakukan ini semoga mendapat ridho dari dan menjadikan amal baik bagi kita semua,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda