Warga Desa Penyandingan Temukan Mayat Perempuan Mengapung di Sawah

60

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di area persawahan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dalam air. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui korban berinisial J (64), seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI.

Peristiwa ini bermula saat seorang warga berinisial SAR hendak menuju sawah menggunakan perahu. Saat melintas di lokasi kejadian, saksi melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia yang mengambang dalam kondisi tertelungkup di air.

Setelah didekati, saksi memastikan bahwa benda tersebut merupakan sesosok mayat perempuan. Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Penyandingan, yang selanjutnya diteruskan kepada petugas piket Polsek SP Padang.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal dan memastikan bahwa korban adalah J, warga setempat.

Berdasarkan keterangan Etin, anak korban, almarhumah berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan memancing ikan di area persawahan. Biasanya, korban pulang pada waktu makan siang. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum kembali ke rumah.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Nesu, sepupu korban, menghubungi Etin dan menyampaikan bahwa ibunya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing ikan.

Menurut keterangan keluarga, almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH melalui Kapolsek SP Padang Iptu Ade Candra mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Petugas Polsek SP Padang segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian, mengamankan area sekitar, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelasnya.

Pihak kepolisian telah menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan autopsi di RSUD Kayuagung guna memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak dan menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut. Keluarga juga bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan serta tidak akan menuntut di kemudian hari.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda