Video Conference dengan Mentan dan Gubernur Sumut, Ini yang Disampaikan Bupati Sergai

198

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman mengikuti video conference dengan Menteri Pertanian (Mentan) dan Gubernur Sumut, Selasa (14/4/2020).

Video conference yang diikuti oleh 12 bupati ini bertujuan untuk melaporkan kondisi terkini di bidang pertanian, terutama panen raya yang sedang berlangsung di 332 titik di Indonesia.

Bupati Sergai saat mengikuti video conference dengan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH MH menjelaskan, hari ini Desa Batu 13 melaksanakan panen di lahan seluas kurang lebih 155 hektare dengan menggunakan mesin combine harvester. Bupati juga menyampaikan kebijakan yang akan diambil oleh Kementan perihal komando strategis pembangunan pertanian (kostratani) di masa pandemi Covid-19.

“Untuk program kostratani yang baru bapak gulirkan, kami mengerti jika saat ini lebih bijak pembangunan secara fisik dikesampingkan sementara waktu, namun aspek operasional ada baiknya tidak dilakukan pengurangan, karena jika petani tidak bekerja di ladang maka kebutuhan logistik dasar masyarakat akan sangat berpengaruh. Petani jadi salah satu garda penting dalam kondisi bencana seperti sekarang,” jelas dia.

Bupati juga melaporkan jika rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk pupuk subsidi sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 80 persen.

“Kami meminta agar OPD yang tergabung di dalam Tim Gugus Tugas, terkhusus dalam hal ini Dinas Pertanian, agar mendapat dukungan maksimal dalam menjalankan fungsinya, sehingga bisa lebih fokus dalam menangani permasalahan pandemi Covid-19 tanpa gangguan dari pihak-pihak yang menciptakan situasi kontra produktif,” tambah dia.

Perihal kondisi Kabupaten Sergai, bupati menginformasikan sampai hari ini Sergai masih nihil kasus positif Covid-19. “Sedangkan untuk warga berkategori orang dalam pengawasan (ODP) ada sebanyak 177. Namun bagaimanapun kami tetap akan secara aktif mengimbau kepada masyarakat, terkhusus juga kepada para petani, untuk menerapkan protokol kesehatan secara maksimal,” terang bupati.

Sementara Menteri Pertanian menyampaikan jika kebutuhan pokok masyarakat dari hasil tani harus benar-benar terjamin stoknya di masa darurat kesehatan seperti sekarang. Maka dari itu, panen raya yang dilaksanakan di beberapa daerah hari ini semoga bisa menjadi momentum untuk memaksimalkan kebutuhan tersebut.

Pemerintah juga akan mengantisipasi agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan komando strategi penggilingan padi (kostraling) melalui pendekatan kredit usaha rakyat (KUR). Kami juga akan pastikan ketersedian sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani mulai dari pupuk, obat-obatan dan bibit.

Pada hari yang sama, bertempat di Posko Terpadu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 rumah dinas Bupati di Sei Rampah, Bupati Sergai juga melakukan video conference dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Gubernur Edy Rahmayadi mengapresiasi pemerintah daerah yang turut melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Sumut, salah satunya dalam hal pengadaan masker yang saat ini sangat diperlukan masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui, masker merupakan salah satu pendukung dalam menangkal penyebaran corona. Maka akan sangat baik jika kita dapat menghasilkan sendiri produk masker dari lini UMKM daerah,” jelas Gubernur Sumut.

Ia ikut menyinggung perihal proses penanganan korban Covid-19, terutama dalam hal pemakaman warga yang meninggal dalam status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG) maupun positif terjangkit.

“Diingatkan kembali kepada bupati dan walikota untuk dapat berkoordinasi serta bekerjasama dengan forkopimda dalam percepatan penanganan Covid-19 di Sumut, serta penting sekali untuk tidak mempersulit proses pemakaman jenazah ODP, PDP, OTG dan positif di daerah masing-masing. Selain itu, jika ada masyarakat yang meninggal dunia dengan seratus ODP, PDP, OTG atau positif di rumah sakit merupakan tanggung jawab dari RS yang bersangkutan untuk melaksanakan proses fardu kifayah-nya (proses pemakamannya),” jelas gubernur.

Usai melakukan video conference, Sekda Sergai HM. Faisal Hasrimy langsung mengambil tindakan dengan melaksanakan rapat terbatas (ratas) bersama unsur terkait untuk membahas perihal lokasi pemakaman pasien berstatus ODP, PDP, OTG maupun positif Covid-19 yang meninggal di rumah sakit.

Selain itu, sekda juga menerima bantuan berupa sembako dari relawan atau donator berupa beras yang diserahkan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Bantuan tersebut secara keseluruhan sebanyak 270 karung beras dengan ukuran perkarungnya 5 Kg yang berasal dari Kilang Padi Sinas Jaya Melati II, Rimbun Jaya Simp Belidaan, Tani Makmur Desa Belidaan, Karya Baru Jl Desa Pala Kecamatan Sei Rampah, dan Bappeda Sergai sebanyak 20 karung beras. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda