TN Sipirok: Dari Niat Silaturahmi, Kini Siap Rebut Mahkota Pargarutan Julu Cup II 2025

115

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Tidak ada yang menyangka, langkah sederhana sebuah tim kampung bernama Tor Nangge (TN) Sipirok di awal turnamen sepak bola Pargarutan Julu Cup II 2025 akan berubah menjadi perjalanan penuh emosi, keringat, dan kebanggaan.

Tim yang awalnya hanya berniat untuk mengisi waktu, berlatih, dan bersilaturahmi, kini berdiri gagah di ambang sejarah, menembus partai final setelah menaklukkan Simitcak Raya, Angkola Timur, dengan skor meyakinkan 2-0 di semifinal, Jumat (3/10/2025).

“Awalnya kami tak berpikir jauh, cuma ingin ikut berpartisipasi. Tapi ternyata anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Bisa sampai final, rasanya seperti mimpi,” ujar sang manajer, Boy Sandi Siregar, dengan mata berbinar, Senin (6/10/2025).

Namun di balik euforia itu, perjalanan TN Sipirok bukan tanpa luka.

Di babak 16 besar, ketika tensi laga memuncak, Anwar Siregar, gelandang muda yang menjadi motor serangan, tumbang karena cedera serius. Diagnosis tim medis memastikan, ia harus absen hingga turnamen berakhir.

“Anwar itu jantung permainan kami. Cedera itu membuat kami terpukul. Tapi justru dari situ, kami jadi semakin kompak. Anak-anak ingin memenangkan pertandingan berikutnya untuk Anwar,” ungkap Boy.

Sejak saat itu, setiap laga TN Sipirok dijalani dengan tekad ganda. Bermain untuk menang, sekaligus untuk teman mereka yang harus menepi lebih cepat.

Jalan Berliku Menuju Puncak

Turnamen Pargarutan Julu Cup II yang diikuti 34 tim dari berbagai kecamatan di Tapanuli Selatan benar-benar menguji daya tahan mental TN Sipirok.

Di fase grup, mereka memulai dengan hasil imbang 0-0 melawan Hapundung FC, menang besar 7-1 atas PS Napurpur, lalu berbagi angka 2-2 dengan Samba Timur. Hasil itu cukup membawa mereka lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up grup.

Laga-laga berikutnya berjalan bak film drama. Melawan Marancar Timur (Martir) di babak 16 besar, pertandingan berlangsung keras dan penuh strategi. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang berbunyi. TN Sipirok akhirnya menang lewat adu penalti 7-6, kemenangan yang disambut sorak dan air mata dari para pemain dan suporter.

Di babak perempat final, TN Sipirok kembali diuji kala menghadapi PSHB Batangtoru, salah satu tim favorit juara. Mereka sempat tertinggal 0-1 di awal laga, namun berhasil menyamakan kedudukan di penghujung babak kedua. Lagi-lagi, adu penalti jadi penentu dan lagi-lagi, keberanian anak-anak Sipirok berbicara. Skor 3-2 memastikan langkah mereka ke semifinal.

“Kami sudah beberapa kali melewati momen tegang seperti itu. Tapi setiap kali kami menang, rasa percaya diri anak-anak makin tumbuh,” tutur Boy.

Kemenangan demi kemenangan itu akhirnya membawa mereka ke semifinal, dan kini, ke final yang bersejarah.

Mimpi di Ujung Rumput Hijau

Final Pargarutan Julu Cup II 2025 akan digelar Jumat (10/10/2025). Lawan yang menanti tak mudah, Panompuan Jae, tim yang diperkuat sejumlah pemain dari finalis Bonas Cup. Tim ini baru saja menyingkirkan Samba Timur 2-1 di semifinal lainnya.

Meski begitu, TN Sipirok tidak gentar. Latihan demi latihan terus digelar. Strategi disusun ulang. Formasi dimatangkan. Semangat juang, justru semakin menyala.

“Kami sudah pelajari pola main lawan. Yang paling penting, anak-anak harus bermain dengan hati. Kalau semangat itu dijaga, hasilnya akan mengikuti,” kata Boy dengan nada penuh keyakinan.

Di lapangan kecil di pinggiran Sipirok, para pemain muda TN terlihat berlari tanpa lelah, menendang bola dengan tawa dan teriakan semangat.

Tak ada yang tahu, apakah mereka akan pulang dengan trofi juara. Tapi satu hal pasti: mereka sudah menang, atas rasa ragu, atas keterbatasan, dan atas diri mereka sendiri.

“Kami bermain bukan untuk nama besar, tapi untuk kebanggaan Sipirok,” tutup Boy sembari minta didoakan, agar mimpi kecil mereka bisa jadi kenyataan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda