Tim Satgas Relawan Covid-19 Kampung Kaliwungu Aktif Kerja Ikhlas Cegah Corona

144

LAMTENG-LAMPUNG, BERITAANDA – Pembentukan relawan Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa.

“Surat edaran itu yang menjadi acuan dalam pelaksanaan Desa Tanggap Covid-19 dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) menggunakan dana desa,” ujar Slamet Riyadi, S.Pd selaku Ketua  Pencegahan Covid -19 dari Tim Relawan Covid-19 Desa Kaliwungu, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu [29/5].

Unsur relawan Covid-19 Desa Kaliwungu ini sendiri berjumlah sekitar 62 orang yang terdiri dari Kepala Kampung Siti Umi Kulsum selalu Ketua Satgas, dan anggota dari unsur BPK, RT, Kaur, Kadus, Babinsa dan Babinkamtibmas serta bidan desa dan Linmas.

Dirinya juga menambahkan, untuk menjadi seorang relawan harus mau dan mampu serta ikhlas bekerja bersama-sama dalam mencegah Covid -19.

“Terkait kendala yang kami hadapi selaku Tim Relawan Covid-19, Alhamdulillah atas bimbingan dan arahan dari Ketua Satgas Ibu Kepala Kampung Kaliwungu, saat ini tidak ada kendala,” kata dia.

“Selaku Ketua Pencegahan Covid -19, saya mengharapkan masyarakat untuk tetap menerapkan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan sehingga warga bisa lebih aman dari Covid-19.

Sementara itu, Kepala Kampung Kaliwungu, Siti Umi Kalsum, S.Pd selaku Ketua Satgas Covid-19 di waktu yang sama mengatakan, semua aparatur kampung menjadi anggota Tim Satgas Relawan Covid-19.

“Yang telah dilakukan Tim Satgas Kampung Kaliwungu selama ini memberi bantuan sembako kepada warga yang sedang menjalani isolasi selama 14 hari, melakukan penyemprotan di tempat fasilitas umum, misalnya di masjid dan mushola sepekan sekali. Kemudian penyemprotan ke rumah warga juga sepekan sekali. Semua dilakukan atas kekompakan Tim Satgas Kaliwungu,” jelas dia.

“Kami juga mengadakan pendataan warga yang datang atau masuk ke kampung kami dengan meminta surat keterangan bebas corona dari daerah asal, baik dari dokter maupun surat keterangan dari kelurahan. Posko kami buka setiap malam, untuk penjagaan dari unsur Ketua RT dan Linmas,” jelas Umi Kulsum.

Ia mengatakan Tim Satgas Relawan bekerjasama dengan Puskesmas untuk memantau warga yang sakit, yang terkonfirmasi Covid-19 dengan cepat kami lakukan isolasi.

“Kami juga menyediakan rumah isolasi, akan tetapi warga enggan dirawat di tempat yang disediakan, mereka lebih memilih menjalani isolasi mandiri di rumahnya sendiri, tentunya dengan penjagaan yang ketat dari Tim Satgas,” tegas dia.

Kemudian terkait upaya sosialisasi prokes, relawan Covid -19 dari Tim Satgas Kaliwungu mewajibkan kepada masyarakat untuk mematuhi 5M, kepada masyarakat juga dihimbau agar memiliki tempat cuci tangan di rumahnya masing-masing.

“Setiap kegiatan masyarakat menjadi media bagi relawan Tim Satgas untuk mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan (prokes). Dalam melakukan sosialisasi prokes kepada masyarakat, kami tak memiliki kendala, selama ini warga paham dan sadar akan bahaya Covid-19,” jelasnya.

“Ada juga beberapa masyarakat yang ngeyel, tapi dengan sabar dan telaten kami memberikan sosialisasi dan pengertian bahwa pentingnya prokes sebagai upaya memutus penyebaran dari virus Covid-19,” ungkapnya lagi.

Lanjut dia, kami mengarahkan tim relawan untuk terjun ke masyarakat. Kebetulan tim relawan kami berasal dari Ketua RT, RW, Linmas yang ada di wilayah dusun masing-masing.

“Kepada Tim Gugus Tugas, saya katakan kepada mereka agar jangan bosan-bosan untuk mensosialisasikan prokes kepada seluruh masyarakat. Dan bila ada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 agar segera melapor ke Posko Satgas Kampung Kaliwungu. Tim Gugus Tugas harus pro aktif di tengah – tengah masyarakat untuk memantau, menangani atau mencegah atau penularan Covid-19,” pungkas beliau.

Sementara itu, Hendra Setiawan yang merupakan anggota Relawan Covid-19 dari Kampung Kaliwungu mengatakan, dirinya senang bisa membantu aparatur kampung melalui Tim Satgas Covid-19 ini. “Untuk dukanya saya rasa nggak ada, selama saya bertugas menjadi relawan,” kata dia.

“Saya menjadi anggota Tim Satgas Covid-19 sejak awal pandemi merasa tidak ada beban, sejauh ini. Alhamdulilah masih terkondisikan,” ujarnya lagi.

Kemudian terkait kendala di lapangan, aku dia, Alhamdulilah juga tidak ada. Sebab warga cukup antusias bekerja sama dengan Tim Satgas demi kelancaran penanganan dan pencegahan corona.

“Kami mengimbau di masa pandemi Covid-19 ini kita jangan terlalu mengurung diri di rumah, tetap lakukan aktivitas seperti biasa. Yang utama harus tetap patuhi protokol kesehatan,” tutupnya. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda