Tiga Karung Berisi Potongan Tubuh Ditemukan di Lahat, Polisi Bentuk Tim Gabungan

25

LAHAT, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat menangani kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena tingkat kekerasan yang tinggi serta dampaknya terhadap rasa aman masyarakat.

Penanganan kasus tersebut disampaikan secara resmi dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (8/4/2026), sebagai bentuk transparansi dalam proses penegakan hukum.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel saat ini memberikan dukungan penuh terhadap penyelidikan yang dilakukan Polres Lahat. Tim gabungan terus bekerja mengumpulkan alat bukti, mendalami keterangan saksi, serta melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang identitasnya mulai teridentifikasi.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban berinisial SA (63), seorang ibu rumah tangga, merasa curiga karena korban tidak terlihat selama kurang lebih satu pekan. Kecurigaan tersebut mengarah pada kebun milik korban yang ditemukan memiliki galian tanah mencurigakan.

Selanjutnya, keluarga bersama warga dan perangkat desa melakukan pengecekan pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Di lokasi tersebut ditemukan tiga karung plastik yang ditanam di dalam lubang sedalam sekitar 1,5 meter.

Saat karung dibuka, ditemukan potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polres Lahat segera mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi jenazah. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi dan identifikasi oleh tim forensik.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kronologi kejadian guna mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, bahwa pimpinan memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus ini.

“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan maksimal, profesional, dan transparan. Tim gabungan saat ini terus bergerak untuk mengejar terduga pelaku serta mengungkap kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial, guna menghindari gangguan terhadap proses penyidikan.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu percepatan pengungkapan kasus.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman, termasuk penguatan alat bukti serta pelacakan terhadap terduga pelaku. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda