Ternak Sapi Dilepas Liarkan, Undang Kekesalan Netizen Asal Desa Seribandung

979
Pagar milik warga desa ini dirusak ternak sapi yang berkeliaran di Desa Seribandung.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Kesal dengan banyaknya sapi yang berkeliaran di pemukiman warga,  netizen asal Desa Seribandung Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir menumpahkan kekesalannya melalui sebuah postingan di laman facebook.

Bukan tanpa alasan, keberadaan ternak tersebut menurutnya sudah sangat meresahkan, bahkan sudah dirasakan mengganggu, takkala hewan berkaki empat ini memasuki pekarangan warga. Juga merusak pagar, memakan tanaman, hingga mengeluarkan kotoran disembarang tempat.

‘Oloklah y sekali2 nak berutok’an di fb iko….

Bangso nyadikan gawe nian sapi kni,  ajor lulor lantak sapi…  Sbnrny la kesal jg lantak tai sapi tiap Ari depan rumah, nah hkali iko tmbah kesal…  Iko namony la meresahkan dan merugikan warga dan masyarakat ‘ tulisnya dalam bahasa setempat, Sabtu (28/3/2020).

Dalam postingan yang diunggah oleh akun bernama Lilis Syafitri, netizen itu berharap agar yang mempunyai ternak sapi agar memelihara sesuai aturan, sehingga tidak mengganggu warga lainnya.

‘Kmu yg naro sapi t, payo men ngiring sapi t ancapkan nian ke padang iler sano, sampaikan nian…  Jgn asak galak beengonan bae…

Maaf nian, ngmong bak iko..  La kesal nian…  Kmu tak tau bae men sapi2 kmu t beari2 berak dpan rumah urang, dikaki limo urang, kmu tau lemak ny bae’ tulisnya lagi.

Contohlah wak rus wak amlek itu  lanjutnya , apan ngiring sapi smpai nian kiler, apan ado tai sapi depan rumah urang gancang dibuang ny, tak tau sapi siapo yg teberak tu, singgo ny wak rus t muang, tak tinggal bliau t mawo pacol untuk muang tai sapi dpan rumah urang, Men nak beengonan, beruro2…

Mohon maaf nian yo…. Mga b iko pacak jdi pelajaran to kmu galo2′ pungkasnya.

Sementara, Pansur selaku Kades Seribandung saat dihubungi via telpon di kontak 0812-79xxxxxx, ditanyakan apa langkah yang akan dilakukan terkait keluhan warga desanya, ia mengatakan agar jangan mudah mendengarkan informasi dari warga. Atau warga langsung saja datang ke dirinya selaku pemerintahan di desa tersebut.

“Saya nih masih baru jadi kades, jangan mudah – mudah dengar informasi warga, sudah berita – beritakanlah,” ucapnya bernada keras sembari memutus hubungan telepon. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda