Termos Nasi Berisi Sabu di Sidimpuan, Polisi Ciduk dan Buru Rekan Residivis

946
Cemcem, pria setengah abad lebih ini terpaksa kembali menjadi pesakitan akibat dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Meski baru saja menghirup udara bebas seusai menjalani hukuman satu tahun penjara, kebiasaan buruk AP alias Cemcem (51) kambuh hingga akhirnya berurusan dengan hukum.

Residivis yang terjerat hukum di tahun 2021 ini kembali ditangkap aparat Polres Padangsidimpuan pada Kamis (9/6) sekira pukul 19.00 WIB, akibat melakukan dugaan tindakan pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Cemcem diamankan dari rumahnya di Kelurahan Bincar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kamis lalu,” ungkap Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dwi Prasetyo Wibowo melalui Kasi Humas AKP Maria Marpaung, Ahad (12/6).

Ia memaparkan, Cemcem diketahui kembali berulah dari adanya informasi masyarakat. Bahwa, seringkali terjadi transaksi jual beli narkoba di kawasan rumah Cemcem.

Info itu langsung direspon dengan peyelidikan. Sukses meringkus Cemcem, penggeledahan dilakukan. Alhasil, petugas mendapati barang haram berupa 3 plastik besar diduga berisi sabu yang disimpan di dalam termos nasi.

Selain termos nasi berisi diduga sabu yang tersembunyi di gudang barang rumah Cemcem, petugas juga dapati tutup botol minuman terpasang pipet di kamar mandi. “Temuan itupun disita sebagai barang bukti,” kata Maria.

Ia menambahkan, dari hasil interogasi yang dilakukan ke Cemcem usai diboyong ke Mapolres Padangsidimpuan, terungkap sabu yang didapati bersamanya itu diperoleh dari rekannya berinisial ML alias Kemer, warga setempat.

Pengejaran terhadap Kemer pun dilakukan ke rumahnya, tapi tak berhasil ditemukan. Petugas lantas mencari tahu keberadaan Kemer beserta istrinya dengan cara cek pos nomor handphone, tapi tak berhasil sebab dinonaktifkan.

“Pastinya kita akan terus menuntaskan kasus ini dengan memburu keberadaan Kemer, sembari melakukan proses hukum lebih lanjut terhadap Cemcem yang kini telah kita lakukan penahanan di mapolres,” pungkas Maria. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda